Analisis Debit Banjir Dan Luas Genangan Sungai Warat Di Jembatan Desa Warukapas Minahasa Utara
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68876Abstract
Sungai Warat merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Utara yang mengalir melalui Desa Warukapas dan berpotensi menimbulkan banjir pada saat musim penghujan. Curah dan Durasi hujan menjadi faktor utama terjadinya peningkatan debit aliran yang menyebabkan luapan sungai dan genangan di kawasan permukiman, khususnya di sekitar jembatan Desa Warukapas, oleh karena itu, diperlukan analisis debit banjir dan luas genangan sebagai dasar dalam upaya pengendalian banjir.Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan harian maksimum dari Stasiun Hujan Pos Talawaan-Talawaan dengan distribusi Log Pearson Tipe III. Debit banjir rencana dihitung menggunakan program HEC-HMS dengan metode Hidrograf Satuan Sintesis Soil Conservation Services (HSS-SCS) dengan nilai Curve Number (CN) rata-rata sebesar 69 setelah di kalibrasi untuk DAS Warat seluas 9.44 km². Analisis hidraulika dilakukan menggunakan program HEC-RAS untuk mendapatkan tinggi muka air dan simulasi 2D untuk memperoleh pola genangan.Hasil simulasi debit banjir puncak menunjukkan nilai sebesar 21,8 m³/det (kala ulang 5 tahun), 26,3 m³/det (10 tahun), 32,4 ³/det (25 tahun), 36,9 m³/det (50 tahun), dan 41,6 m³/det (100 tahun). Analisis kapasitas penampang pada STA 0+50 mampu menampung debit banjir pada semua kala ulang. Sementara itu titik tinjau STA 0+150 Penampang hanya dapat menampung debit banjir pada kala 5 Tahun dan pada STA 0+100 dan STA 0+200 menunjukkan bahwa penampang Sungai Warat tidak mampu menampung debit banjir rencana pada semua kala ulang yang dianalisis. Luas genangan hasil simulasi 2D HEC-RAS meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu 0,38 km² (5 tahun), 0,46 km² (10 tahun), 0,54 km² (25 tahun), 0,59 km² (50 tahun), dan 0,61 km² (100 tahun).
Kata kunci: banjir, debit banjir, tinggi muka air, luas genangan, HEC-HMS, HEC-RAS, Sungai Warat