Analisis Debit Banjir Dan Luas Genangan Sungai Bailang Di Titik Jembatan Kasuratan Kelurahan Buha Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68878Abstract
Sungai Bailang merupakan salah satu sungai terbesar di Kota Manado yang rentan terhadap fenomena banjir akibat curah hujan tinggi berdurasi panjang serta karakteristik alami Daerah Aliran Sungai (DAS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran debit banjir, tinggi muka air, serta luas genangan di Sungai Bailang menggunakan pendekatan pemodelan hidrologi dan simulasi hiraulika. Pemodelan hujan-aliran dilakukan dengan HEC-HMS menggunakan metode SCS Curve Number untuk perhitungan kehilangan air dan SCS Unit Hydrograph untuk transformasi aliran; parameter lag time, recession constant, dan baseflow dikalibrasi untuk memastikan akurasi debit puncak. Selanjutnya, debit banjir hasil simulasi HEC-HMS digunakan sebagai input pada perangkat lunak HEC-RAS untuk menganalisis elevasi muka air pada penampang sungai di STA 0+50, STA 0+100, STA 0+150, dan STA 0+200. Hasil simulasi hidraulika menunjukkan bahwa kapasitas penampang Sungai Bailang tidak mampu menampung debit banjir sehingga terjadi luapan pada setiap kala ulang yang dianalisis. Analisis luasan genangan dengan durasi aliran (total flow) selama 10 jam menunjukkan perluasan area terdampak yang signifikan seiring bertambahnya kala ulang, dengan luasan terbesar terjadi pada kala ulang 100 tahun. Hasil ini mengindikasikan tingkat risiko banjir yang tinggi di wilayah Kelurahan Buha, Kota Manado.
Kata kunci: banjir, Sungai Bailang, debit banjir, tinggi muka air, luas genangan