Pengaruh Elevasi Pasang Surut Berdasarkan Metode Least Square Untuk Prediksi Genangan Di Kawasan Pesisir Di Pantai Bahoi Kecamatan Likupang Barat
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68982Abstract
Pantai Bahoi di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara merupakan kawasan pesisir yang dimanfaatkan sebagai wilayah permukiman dan aktivitas masyarakat. Kondisi topografi yang relatif rendah menyebabkan kawasan ini rentan mengalami genangan akibat pasang air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasang surut menggunakan metode Least Square, menentukan elevasi muka air laut tertinggi (Highest High Water Level/HHWL), mengidentifikasi tipe pasang surut berdasarkan bilangan Formzahl, serta mengevaluasi potensi genangan di kawasan pesisir Pantai Bahoi. Data pasang surut diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG) selama 15 hari dengan interval pengamatan satu jam dan diolah menggunakan perangkat lunak MOD-LSQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen harmonik M₂ memiliki amplitudo terbesar sebesar 5,56 dm sehingga menjadi komponen dominan pembentuk pasang surut di lokasi penelitian. Nilai Formzahl sebesar 0,383 menunjukkan bahwa tipe pasang surut termasuk pasang surut campuran condong ke semi diurnal. Nilai HHWL hasil analisis sebesar 13,342 dm digunakan sebagai acuan dalam interpretasi potensi genangan. Hasil evaluasi model menggunakan RMSE sebesar 0,058 m menunjukkan bahwa metode Least Square mampu merepresentasikan kondisi pasang surut dengan tingkat ketelitian yang baik. Berdasarkan hasil analisis elevasi muka air dan kondisi topografi, kawasan pesisir Pantai Bahoi memiliki potensi mengalami genangan terutama pada daerah dengan elevasi rendah saat terjadi pasang maksimum.
Kata kunci: Least Square, pasang surut, HHWL, genangan, Pantai Bahoi