Biokonversi Sampah Organik Pasar Karombasan Menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) Ramah Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68984Abstract
Peningkatan timbulan sampah organik di pasar tradisional menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan karena sebagian besar limbah masih ditangani melalui sistem kumpul–angkut–buang menuju tempat pemrosesan akhir. Pendekatan tersebut berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan serta mempercepat penumpukan sampah. Salah satu alternatif pengelolaan yang berkembang adalah biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) yang mampu mengubah limbah organik menjadi biomassa dan frass yang bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas larva BSF dalam mereduksi sampah organik Pasar Karombasan Kota Manado sekaligus mengidentifikasi potensi pemanfaatan hasil biokonversi. Penelitian dilakukan selama 14 hari menggunakan empat unit biopond dengan media sampah organik campuran yang berasal dari aktivitas pasar dan rumah tangga. Parameter yang diamati meliputi reduksi berat sampah, pertumbuhan biomassa larva, dan produksi frass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva BSF mampu mereduksi sampah organik sebesar 3,7 kg atau 27,2% dari total berat awal. Biomassa larva meningkat hingga 820 g dengan efisiensi biomassa sebesar 6,03%, sedangkan frass yang dihasilkan mencapai 1.540 g atau 11,32% dari total bahan organik yang diolah. Material yang belum terdegradasi didominasi komponen organik bertekstur keras seperti tulang ikan dan kulit buah tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan biokonversi menggunakan larva BSF berpotensi menjadi alternatif pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan karena mampu menurunkan jumlah sampah sekaligus menghasilkan produk sampingan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat mendukung konsep ekonomi sirkular pada pengelolaan sampah pasar.
Kata kunci: biokonversi, Black Soldier Fly, sampah organik, biomassa larva, frass