Analisis Debit Banjir Dan Luas Genangan Sungai Ternate Baru Di Titik Jembatan Martadinata Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68988Abstract
Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Kota Manado, khususnya pada Sungai Ternate Baru yang berada di Kecamatan Paal Dua. Tingginya curah hujan serta perkembangan permukiman di sekitar bantaran sungai berpotensi meningkatkan debit aliran dan luas genangan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir rencana dan luas genangan banjir pada Sungai Ternate Baru di titik Jembatan Martadinata Kota Manado. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan program HEC-HMS dengan metode Soil Conservation Service (SCS), sedangkan analisis hidraulika dan genangan banjir dilakukan menggunakan program HEC-RAS. Data yang digunakan berupa data curah hujan harian maksimum, data topografi, data penampang sungai, dan data penggunaan lahan. Analisis dilakukan untuk kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir rencana meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu sebesar 831,2 m³/det untuk kala ulang 5 tahun, 1.047,7 m³/det untuk kala ulang 10 tahun, 1.339,0 m³/det untuk kala ulang 25 tahun, 1.567,5 m³/det untuk kala ulang 50 tahun, dan 1.774,9 m³/det untuk kala ulang 100 tahun. Simulasi hidraulika menunjukkan bahwa luapan air terjadi pada hampir seluruh penampang sungai yang ditinjau. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengelolaan pengendalian banjir di Sungai Ternate Baru Kota Manado.
Kata kunci: Sungai Ternate Baru, banjir, debit banjir rencana, luas genangan, HEC-HMS, HEC-RAS