Analisis Pengaruh Prosedur Fabrikasi Terhadap Performa Kuat Tekan Dan Porositas Beton Geopolimer Pada Perawatan Suhu Ruang

Authors

  • Tiopan Pasaribu Universitas Sam Ratulangi
  • Marthin D. J. Sumajouw Universitas Sam Ratulangi
  • Ronny E. Pandaleke Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.68993

Abstract

fly ash sebagai pengganti semen Portland sehingga dapat mengurangi emisi karbon pada sektor konstruksi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi urutan pencampuran terhadap kuat tekan dan porositas beton geopolimer pada kondisi perawatan suhu ruang (ambient curing), serta menganalisis korelasi antara kedua parameter tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan fly ash Kelas C (kadar CaO 12,79%) dari PLTU II Amurang, dengan tiga prosedur fabrikasi: Variasi A (alkali bersama/premixed), Variasi B (alkali terpisah/separated), dan Variasi C (pasta dahulu). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, sedangkan pengujian porositas mengacu pada ASTM C642-06 pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Variasi B menghasilkan kuat tekan tertinggi dan meningkat konsisten dari 15,108 MPa (7 hari) menjadi 20,473 MPa (28 hari), sedangkan Variasi A (premixed) dan Variasi C (pasta dahulu) mengalami penurunan kuat tekan setelah umur 14 hari. Pada pengujian porositas, Variasi C (pasta dahulu) memiliki nilai terendah (8,672%), diikuti Variasi B (separated) (17,96%) dan Variasi A (premixed) (29,239%). Namun ditemukan ketidaknormalan pada Variasi C (pasta dahulu) yang memiliki porositas terendah namun kuat tekan terendah pula, yang mengindikasikan bahwa kepadatan matriks pasta tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan struktural apabila distribusi agregat tidak homogen akibat pengerasan awal (flash setting).

 

Kata kunci: beton geopolimer, fly ash, urutan pencampuran, kuat tekan, porositas

Downloads

Published

2026-07-20

Issue

Section

Articles