Perencanaan Pengadaan Material Pada Proyek Pembangunan Cold Storage Di Winangun Manado

Authors

  • Gloria P. E. Pandej Universitas Sam Ratulangi
  • Febrina P. Y. Sumanti Universitas Sam Ratulangi
  • Grace Y. Malingkas Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/jts.v24i96.69045

Abstract

Pembangunan cold storage memerlukan perencanaan pengadaan material yang baik karena material yang digunakan lebih kompleks dibandingkan bangunan konvensional. Perencanaan kebutuhan material yang tepat diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek, menghindari keterlambatan, serta meminimalkan pemborosan material dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan material baja dan sandwich panel serta menyusun jadwal pengadaan material pada proyek pembangunan Cold Storage di Winangun, Manado. Perhitungan kebutuhan material baja mengacu pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) berdasarkan Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023 menggunakan rumus Q = (W × Km) / Bb, sedangkan kebutuhan sandwich panel dihitung menggunakan rumus Q = (Vd ÷ Vp) × K, menggunakan koefisien bahan sebesar 1,00 Bh sesuai data supplier Citicon. Jadwal pengadaan material disusun berdasarkan Kurva S proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan material baja pada proyek terdiri atas 32 jenis pekerjaan dengan profil Gording CNP sebagai material yang memiliki kebutuhan terbesar. Sementara itu, kebutuhan sandwich panel meliputi panel dinding, lantai, dan atap dengan berbagai tipe dan ketebalan sesuai fungsi setiap ruangan. Berdasarkan jadwal pengadaan, material baja direncanakan didatangkan lebih awal dibandingkan sandwich panel mengikuti urutan pelaksanaan pekerjaan. Dalam pelaksanaannya, pengadaan sandwich panel mengalami keterlambatan selama dua minggu dari jadwal yang telah direncanakan.

 

Kata kunci: perencanaan pengadaan material, cold storage, sandwich panel, baja, AHSP, kurva S

Downloads

Published

2026-07-22

Issue

Section

Articles