Analisis Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Bulo Desa Rerer Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa

Authors

  • Eugenia C. Merentek Universitas Sam Ratulangi
  • Muhammad I Jasin Universitas Sam Ratulangi
  • Jeffry D. Mamoto Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/k9hvnt29

Abstract

Wilayah pesisir Pantai Bulo, Desa Rerer, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa merupakan kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan sehingga memerlukan informasi karakteristik pasang surut sebagai dasar penentuan elevasi aman bangunan pesisir, navigasi, dan keselamatan masyarakat pesisir. Penelitian sebelumnya di lokasi ini menggunakan metode Admiralty yang memiliki keterbatasan dalam mengolah data dengan jumlah komponen harmonik yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasang surut di Pantai Bulo menggunakan metode Least Square, yang bekerja dengan meminimalkan jumlah kuadrat kesalahan antara data pengamatan dan model matematis. Data yang digunakan merupakan data sekunder pasang surut dari Sistem Referensi Geospasial Indonesia–Badan Informasi Geospasial (SRGI-BIG) dengan interval satu jam selama 15 hari pada bulan Maret 2025, diolah menggunakan program MOD-LSQ. Hasil analisis menunjukkan sembilan komponen harmonik utama dengan amplitudo M2 = 6,335 dm dan K1 = 5,387 dm sebagai komponen paling dominan. Bilangan Formzahl yang diperoleh sebesar 0,829 sehingga tipe pasang surut di Pantai Bulo diklasifikasikan sebagai pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide prevailing semi-diurnal). Elevasi muka air laut yang dihasilkan yaitu HHWL 4,39 m, MSL 2,44 m, dan LLWL 0,49 m, dengan tunggang pasang surut (tidal range) sebesar 3,90 m. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan infrastruktur pesisir serta kegiatan navigasi dan transportasi laut di Pantai Bulo.

 

Kata kunci: pasang surut, metode Least Square, bilangan Formzahl, elevasi muka air laut, Pantai Bulo

Downloads

Published

2026-07-29

Issue

Section

Articles