Kajian Kualitas Perairan Pesisir: Hubungan Antara Aktivitas Antropogenik Dengan Tingkat Pencemaran Berbasis Bakteri (E.Coli) Dan Parameter Fisika – Kimia Di Kawasan Teluk Wori, Minahasa Utara
DOI:
https://doi.org/10.35793/bn222z61Abstract
Kawasan pesisir Teluk Wori mengalami degradasi lingkungan akibat peningkatan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis status mutu air laut menggunakan metode STORET, mengidentifikasi pemicu pencemaran, dan merancang strategi mitigasi rekayasa lingkungan. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengevaluasi data kualitas air laut periode 2021–2024 pada tiga stasiun pemantauan berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Hasil evaluasi menunjukkan Stasiun AML 1 (Dermaga Wori) dan AML 3 (Talawaan Bajo) berstatus Cemar Ringan akibat tingginya partikel tersuspensi dari sedimentasi muara. Sebaliknya, Stasiun AML 2 (Kima Bajo) mencapai titik kritis Cemar Sedang dengan skor rata-rata -22,50 akibat akumulasi polutan domestik, ditandai oleh tingginya Surfaktan, Amonia Total, dan Fecal coliform (220 JML/100 mL). Sebagai langkah mitigasi, dirancang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal kombinasi Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan Biofilter Aerob berkapasitas 9,6 m³/hari (100 jiwa) di Kima Bajo. Sistem rekayasa ini memiliki waktu tinggal hidrolis 16,5 jam dan dilengkapi unit klorinasi untuk menjamin efluen mikrobiologis bernilai nihil. Intervensi pelengkap berupa sediment trap, trash trap, dan restorasi mangrove juga dirancang untuk memulihkan daya dukung kawasan.
Kata kunci: E.Coli, IPAL ABR, limbah domestik, Metode STORET, Teluk Wori