Perencanaan Waktu Dengan Menggunakan Metode Jalur Kritis Pada Proyek Pembangunan Rumah Biara St. Joseph Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/wccyhr51Abstract
Ketepatan waktu merupakan salah satu faktor kritis keberhasilan proyek konstruksi. Keterlambatan yang disebabkan oleh perencanaan jadwal yang tidak terstruktur dapat berdampak pada peningkatan biaya, penurunan efisiensi, serta terganggunya jadwal pemanfaatan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur kritis dan total durasi proyek Pembangunan Gedung Rumah Biara St. Joseph Manado menggunakan Metode Jalur Kritis (Critical Path Method/CPM). Data yang digunakan berupa daftar 33 item kegiatan beserta durasi dan hubungan ketergantungan antar-kegiatan (predecessor) yang bersumber dari time schedule proyek yang dilaksanakan oleh PT. Cakra Buana Megah dengan luas bangunan ±808,57 m². Analisis dilakukan melalui tahapan penyusunan jaringan kerja, perhitungan maju (forward pass), perhitungan mundur (backward pass), serta perhitungan float (kelonggaran waktu). Hasil analisis menunjukkan bahwa total durasi proyek berdasarkan metode CPM adalah 58 minggu efektif, dengan jalur kritis terdiri dari 19 kegiatan, yaitu: Pekerjaan Persiapan (A) → Galian Pondasi (B1) → Pekerjaan Uruan Tanah Kembali (B3) → Pekerjaan Pondasi Btu Kali (B5) → F,125x125x40, El.-150 & Lantai Beton 1:3:5(Pondasi Telapak 125cm X 125cm X 40cm) (C2) → Pj100, Tb1 & Tb2 Beton 1:2:3 (Pj 100 = Pondasi Lajur, Tb1 = Sloof 20cm X 40cm, Tb2 = Sloof 15cm X 20cm) (C3) → Cor Lantai Site Mix, T 10 Cm, 1:2:3 (C4) → Kolom K(L)(30x11), (10 Unit) (C5) → Kolom Praktis (Kp)10x15 (C6) → Balok Struktur Memanjang 250x400 (C7) → Balok Struktur Melintang 150x250 (C8) → Ring Balk Atap 150x200 (C9) → Pekerjaan Atap (I) → Pekerjaan Plafond (E) → Pekerjaan Mekanikal (J) → Pekerjaan Pintu, Jendela Dan Ventilasi (G) → Pekerjaan Utilitas (K) → Pekerjaan Pendopo (L) → Pekerjaan Lain-Lain (M). Seluruh kegiatan kritis tersebut memiliki nilai Total Float = 0, sehingga keterlambatan pada salah satu kegiatan akan langsung berdampak pada keterlambatan proyek secara keseluruhan. Terdapat 14 kegiatan non-kritis dengan kelonggaran waktu antara 1 hingga 11 minggu. Penerapan metode CPM memungkinkan pihak pelaksana untuk mengidentifikasi prioritas pekerjaan, mengoptimalkan alokasi sumber daya, serta menyusun jadwal pelaksanaan yang lebih sistematis dan terstruktur.
Kata kunci: Metode Jalur Kritis, CPM, perencanaan waktu, jalur kritis, proyek konstruksi, manajemen proyek