Analisis Perbandingan Tebal Lapis Tambah (Overlay) Perkerasan Lentur Berdasarkan Metode Bina Marga 2005 Dan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 Pada Ruas Jalan Walanda Maramis Kota Bitung

Authors

  • Gracya J. M. Pua Universitas Sam Ratulangi
  • Theo K. Sendow Universitas Sam Ratulangi
  • Steve Ch. N. Palenewen Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/ttgj0353

Abstract

Perkerasan jalan yang mengalami penurunan kemampuan struktural akibat meningkatnya volume dan beban lalu lintas memerlukan penanganan berupa lapis tambah (overlay) agar kondisi jalan tetap mampu melayani lalu lintas dengan baik. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perencanaan tebal lapis tambah menggunakan Metode Bina Marga 2005 dan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 pada Ruas Jalan Walanda Maramis Kota Bitung STA 0+000 sampai STA 1+800. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa data Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR), data lendutan hasil pengujian Benkelman Beam, serta data umur rencana jalan. Pada metode Bina Marga 2005, data lendutan Benkelman Beam digunakan secara langsung setelah dilakukan faktor koreksi, sedangkan pada metode MDPJ 2024 data lendutan Benkelman Beam terlebih dahulu dikonversi menjadi lendutan ekuivalen Falling Weight Deflectometer (FWD) sebelum dilakukan analisis sesuai prosedur MDPJ 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Bina Marga 2005 menghasilkan nilai CESA sebesar 30 juta ESAL, nilai lendutan wakil (Dwakil) sebesar 1,148 mm, dan kebutuhan tebal lapis tambah sebesar 17 cm. Sementara itu, Metode MDPJ 2024 menghasilkan nilai CESA5 sebesar 58 juta ESAL, nilai lendutan ekuivalen FWD sebesar 1,069 mm, dan kebutuhan tebal lapis tambah sebesar 18 cm. Perbedaan hasil tersebut dipengaruhi oleh perbedaan umur rencana, besarnya beban lalu lintas kumulatif (CESA), penggunaan Vehicle Damage Factor (VDF), serta pendekatan analisis lendutan pada masing-masing metode. Dengan demikian, metode MDPJ 2024 menghasilkan kebutuhan lapis tambah yang sedikit lebih besar sehingga memberikan tingkat keamanan struktur yang lebih baik untuk melayani beban lalu lintas selama umur rencana.

 

Kata kunci: overlay, perkerasan lentur, benkelman beam, Bina Marga 2005, MDPJ 2024

Downloads

Published

2026-07-31

Issue

Section

Articles