Pengaruh Waktu Curing Terhadap Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compressive Strength/UCS) Pada Cement Treated Base (CTB)

Authors

  • Stivo C. Henoch Universitas Sam Ratulangi
  • Theo K. Sendow Universitas Sam Ratulangi
  • Mecky R. E. Manoppo Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/tw12sk30

Abstract

Cement Treated Base (CTB) merupakan lapisan pondasi perkerasan jalan yang memanfaatkan campuran agregat, semen portland, dan air untuk meningkatkan daya dukung serta stabilitas struktur perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi durasi waktu curing terhadap laju peningkatan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compressive Strength / UCS) serta mengevaluasi pemenuhannya terhadap Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (45-55 kg/cm²).  Penelitian eksperimental laboratorium ini dilakukan pada variasi kadar semen (3%, 4%, dan 5%) serta waktu curing (3, 7, 14, dan 28 hari) terhadap nilai kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength/UCS) CTB dengan material agregat asal Quarry Tateli yang dirancang berdasarkan Kurva Fuller.  Seluruh sampel dibuat menggunakan Fixed Mix Parameter dengan  menggunakan benda uji silinder (150 mm × 300 mm) pada kadar air optimum (OMC) 8% dan kepadatan kering maksimum (MDD) 2,31 g/cm³.  Hasil pengujian menunjukkan nilai UCS rata-rata pada curing 3 hari sebesar 38,49 - 52,30 kg/cm², curing 7 hari 51,20 - 75,80 kg/cm², curing 14 hari 68,40 - 98,20 kg/cm², dan curing 28 hari 85,10 - 120,89 kg/cm².  Berdasarkan ketercapaian mutu dan efisiensi waktu pelaksanaan proyek, perawatan selama 7 hari merupakan durasi paling efisien karena seluruh variasi campuran telah melampaui standar minimum Bina Marga 2018. Disimpulkan bahwa bertambahnya waktu curing meningkatkan kepadatan matriks hidrasi semen dan kuat tekan CTB secara konstan.

 

Kata kunci: Cement Treated Base (CTB), kadar semen, curing time, kuat tekan bebas (UCS), lapis pondasi jalan

Downloads

Published

2026-08-14

Issue

Section

Articles