Analisis Debit Banjir Dan Luas Genangan Sungai Bailang Di Lorong Simphony Kelurahan Sumompo Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/7amcxk38Abstract
Sungai Bailang merupakan salah satu sungai yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Aliran sungai Bailang mengairi beberapa kelurahan di Kecamatan Tuminting yaitu Sumompo dan Tuminting. Di bantaran sungai Bailang merupakan wilayah yang rawan terjadi banjir. Banjir besar pada tahun 2014 dan 2025 terjadinya di sungai Bailang karena aliran air berlebihan merendam daratan yang disebabkan oleh intensitas air hujan yang sangat tinggi sehingga melebihi kapasitas debit air pada penampang sungai yang tersedia. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan harian maksimum dari pos hujan Bailang–Kayuwatu dengan distribusi Log Pearson Tipe III. Debit banjir rencana dihitung menggunakan program HEC-HMS dengan metode Hidrograf Satuan Sintesis Soil Conservation Services (HSS-SCS) dengan nilai Curve Number (CN) rata-rata sebesar 92 setelah di kalibrasi untuk DAS Bailang seluas 7.47 km². Analisis hidraulika dilakukan menggunakan program HEC-RAS dengan simulasi aliran langgeng (Steady Flow) dan simulasi 2D untuk memperoleh pola genangan. Hasil simulasi debit banjir puncak menunjukkan nilai sebesar 32,4 m³/det (kala ulang 5 tahun), 42.2 m³/det (10 tahun), 56.4 m³/det (25 tahun), 68.3 m³/det (50 tahun), dan 81.3 m³/det (100 tahun). Analisis kapasitas penampang pada hampir seluruh titik tinjau (STA 0+050 hingga STA 0+200) menunjukkan bahwa penampang Sungai Bailang tidak mampu menampung debit banjir rencana pada semua kala ulang yang dianalisis. Luas genangan hasil simulasi 2D HEC-RAS meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu 0,438 km² (5 tahun), 0,560 km² (10 tahun), 0,696km² (25 tahun), 0,786 km² (50 tahun), dan 0,884 km² (100 tahun).
Kata kunci: debit banjir, tinggi muka air, luas genangan, HEC-HMS, HEC-RAS, Sungai Bailang, Kota Manado