Analisis Waste Baja Tulangan Sengkang Pada Proyek Sekolah Dasar Katolik 10 ST. Theresia Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/vxgcgn66Abstract
Penggunaan baja tulangan sengkang dalam pekerjaan struktur beton bertulang berpotensi menghasilkan sisa material yang signifikan akibat proses pemotongan dan pembengkokan. Keberadaan material waste yang tidak terkelola dengan baik dapat berimplikasi pada meningkatnya biaya konstruksi dan menurunnya efisiensi penggunaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah dan persentase waste baja tulangan sengkang pada Proyek Sekolah Dasar Katolik 10 St. Theresia Manado dengan memanfaatkan metode Bar Bending Schedule (BBS). Metodologi penelitian meliputi perhitungan kebutuhan sengkang pada elemen balok, kolom, dan sloof berdasarkan gambar kerja serta ketentuan pembengkokan sesuai standar yang berlaku. Data yang diperoleh melalui perhitungan tersebut kemudian dianalisis untuk menentukan jumlah sengkang, panjang baja yang terpakai, dan panjang sisa material yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kebutuhan sengkang pada proyek ini mencapai 6.358 unit dengan total panjang yang terpakai sebesar 8.790 meter. Dari total panjang baja yang digunakan, dihasilkan panjang waste sebesar 667,02 meter dengan persentase keseluruhan mencapai 18,53%. Waste terbesar teridentifikasi pada elemen balok sebesar 436,63 meter (9,06%), disusul oleh sloof sebesar 193,73 meter (6,96%), dan kolom sebesar 46,67 meter (2,50%). Berdasarkan analisis yang dilakukan, terdapat kesimpulan bahwa variasi dimensi elemen struktur dan pola pemotongan baja tulangan berkontribusi terhadap besarnya waste yang dihasilkan. Penerapan metode Bar Bending Schedule terbukti efektif sebagai alat pengendalian kebutuhan material serta sebagai basis evaluasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan baja tulangan sengkang dalam proyek konstruksi.
Kata kunci: waste material, bar bending schedule, efisiensi material