Analisis Kinerja Persimpangan Lengan Tiga Tak Bersinyal Di Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35793/atv1xk85Abstract
Persimpangan tak bersinyal merupakan persimpangan yang tidak menggunakan APILL atau lampu lalu lintas dan terdapat potensi terjadinya kemacetan pada jam-jam sibuk karena volume kendaraan yang tidak sejalan dengan kapasitas persimpangan dan lokasi persimpangan yang strategis, seperti yang terjadi pada persimpangan lengan tiga tak bersinyal di Jalan Piere Tendean dan Jalan Ahmad Yani 13 di kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik simpang, kinerja, tundaan dan peluang antrian yang terjadi. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode PKJI 2023 dan pemodelan simulasi menggunakan software SUMO. Pengambilan data dilakukan selama tiga hari yaitu pada hari Senin 04 Mei 2026, Jumat 08 Mei 2026 dan hari Sabtu 09 Mei 2026. Berdasarkan hasil pengamatan, didapat data jam puncak yaitu pada hari Jumat 08 Mei 2026 jam 17.00-18.00 WITA yang merupakan volume lalu lintas tertinggi. Hasil analisis didapatkan volume total arus lalu lintas (qKB) sebesar 2855 smp/jam dan berdasarkan metode PKJI 2023 didapat nilai kapasitas (C) sebesar 3162 smp/jam, derajat kejenuhan () sebesar 0,90 (Tingkat Pelayanan E), tundaan (T) sebesar 15,67 det/kend dan peluang antrian 32,72% - 64,54%. Analisis menggunakan SUMO menghasilkan tundaan rata-rata sebesar 25,900 det/kend. Peningkatan kinerja persimpangan berdasarkan analisis skenario, dapat dilakukan dengan mempertahankan keberadaan median sementara dan melakukan pelebaran ruas jalan pada jalan minor.
Kata kunci: persimpangan tak bersinyal, PKJI 2023, SUMO, tundaan, peluang antrian