Analisis Debit Banjir Dan Luas Genangan Sungai Modoinding  Di Titik Jembatan Pinasungkulan Desa Pinasungkulan Kabupaten Minahasa Selatan

Authors

  • Vallenzya A. Mawey Universitas Sam Ratulangi
  • Jeffry S. F. Sumarauw Universitas Sam Ratulangi
  • Liany A. Hendratta Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/93s23z64

Abstract

Sungai Modoinding yang melintasi kawasan permukiman dan lahan pertanian di Desa Pinasungkulan, Kecamatan Modoinding, sering mengalami luapan akibat tingginya intensitas hujan sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat, termasuk pada kejadian banjir terakhir bulan April 2025. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pengendalian banjir melalui analisis debit banjir, tinggi muka air, dan luas genangan di Sungai Modoinding. Metode penelitian meliputi analisis hidrologi menggunakan program HEC-HMS untuk menentukan debit banjir rencana, sedangkan analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS untuk memodelkan tinggi muka air dan luas genangan pada kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Data yang digunakan berupa data curah hujan maksimum, peta topografi, debit sungai, dan data penampang sungai. Simulasi dilakukan pada titik kontrol Jembatan Pinasungkulan dengan jangkauan 200 meter ke arah hulu. Hasil simulasi menunjukkan debit puncak banjir rencana sebesar 8,7; 18,3; 23,0; 28,0; dan 30,7 m³/detik untuk kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Pemodelan hidraulika mengidentifikasi luapan air pada STA 0+050, STA 0+100, STA 0+150, dan STA 0+200 di seluruh kala ulang. Luas genangan meningkat dari 0,206 km² menjadi 0,596 km² sehingga diperlukan upaya mitigasi struktural dan non-struktural berkelanjutan.

 

Kata kunci: banjir, Sungai Modoinding, tinggi muka air, luas genangan, HEC-HMS, HEC-RAS

Downloads

Published

2026-09-03

Issue

Section

Articles