Analisis Fondasi Tiang Bor Pada Gedung Data Center Di Kawasan OIKN
DOI:
https://doi.org/10.35793/k0st6q03Abstract
Kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Kalimantan Timur didominasi oleh tanah lempung kelanauan (silty clay) berplastisitas tinggi dengan daya dukung rendah dan potensi penurunan konsolidasi yang signifikan. Kondisi ini menuntut perencanaan fondasi dalam yang cermat, khususnya untuk bangunan dengan beban berat seperti gedung data center. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas dukung tiang bor tunggal maupun kelompok, menganalisis penurunan (settlement) yang terjadi, dan mengevaluasi kelayakan desain fondasi berdasarkan SNI 8460:2017. Analisis dilakukan pada tiga variasi diameter tiang bor, yaitu D = 0,6 m; D = 0,8 m; dan D = 1,0 m, dengan kedalaman tertanam L = 20 m. Kapasitas dukung aksial dihitung menggunakan metode Meyerhoff untuk tahanan ujung dan metode Kulhawy (1984) untuk tahanan selimut, dengan faktor keamanan SF = 2,5. Analisis penurunan dilakukan melalui perhitungan konsolidasi primer (Sc) secara analitis dan diverifikasi menggunakan pemodelan numerik PLAXIS 2D dengan model Mohr-Coulomb. Kapasitas dukung ultimit tiang tunggal yang diperoleh adalah Qu = 3.520,89 kN (D = 0,6 m), Qu = 4.945,85 kN (D = 0,8 m), dan Qu = 6.496,47 kN (D = 1,0 m), dengan kapasitas izin masing-masing Qall = 1.408,36 kN; 1.978,34 kN; dan 2.598,59 kN. Pada konfigurasi 4 tiang kelompok diperoleh kapasitas izin Qga = 4.268,80 kN; 5.996,45 kN; dan 7.876,45 kN untuk ketiga diameter tersebut. Seluruh diameter memenuhi syarat faktor keamanan SF ≥ 2,5 terhadap beban desain berdasarkan pendekatan analitis. Nilai penurunan pada seluruh variasi diameter, baik tiang tunggal maupun kelompok, berada di bawah batas izin 25 mm. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor keamanan berdasarkan kapasitas ultimit hasil PLAXIS 2D diameter D = 1,0 m dengan kedalaman L = 20 m merupakan pilihan dengan kapasitas dukung terbesar untuk melayani beban desain terbesar sebesar 2.600 kN pada gedung data center di kawasan OIKN, dengan catatan perlunya verifikasi tambahan terhadap hasil pemodelan numerik.
Kata kunci: bored pile, tiang bor, tiang kelompok, OIKN, kapasitas dukung, penurunan konsolidasi, Kulhawy, PLAXIS 2D