Analisis Penurunan Konsolidasi Tanah Lempung Dengan Variasi Kolom Pasir

Authors

  • Jesly H. Walukow Universitas Sam Ratulangi
  • Steeva G. Rondonuwu Universitas Sam Ratulangi
  • Agnes T. Mandagi Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35793/ksd30w88

Abstract

Tanah lempung memiliki kapasitas dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan permeabilitas rendah sehingga proses konsolidasi berlangsung relatif lama. Kolom pasir digunakan sebagai media drainase untuk mempercepat proses konsolidasi. Penelitian ini bertujuan meninjau mekanisme kerja kolom pasir, mengetahui percepatan konsolidasi, serta membandingkan penurunan tanah sebelum dan sesudah menggunakan kolom pasir. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan uji konsolidasi (oedometer) dengan menempatkan kolom pasir pada sampel tanah dengna variasi tanpa kolom pasir 1, 2, dan 3 kolom pasir. Pembebanan diberikan bertahap sebesar 1, 2, 4, 8, 16, dan 32 kg. Parameter yang dianalisis meliputi indeks kompresi (Cc), penurunan konsolidasi (Sc), koefisien konsolidasi (Cv), waktu mencapai derajat konsolidasi 90% (t₉₀), dan derajat konsolidasi radial (Ur) berdasarkan teori Barron. Hasil menunjukkan bahwa tanah asli memiliki Cc 0,119 cm²/detik, Sc 0,232 cm, Cv 0,015 cm²/detik, dan t₉₀ 3,610 menit. Pada 1, 2, dan 3 kolom pasir berturut-turut diperoleh Cc 0,212; 0,287; 0,333 cm²/detik, Sc 0,385; 0,529; 0,577 cm, Cv 0,022; 0,040; 0,028 cm²/detik, dan t₉₀ 2,250; 1,210; 1,690 menit. Pada pembebanan 32 kg, t₉₀ tanah asli sebesar 46,24 menit, sedangkan 1 dan 2 kolom masing-masing 9,00 dan 8,41 menit. Analisis Barron pada waktu 1440 menit menghasilkan Ur sekitar 67% untuk 1 kolom, 51% untuk 2 kolom, dan 90% untuk 3 kolom. Hasil ini menunjukkan bahwa kolom pasir mempercepat konsolidasi, dengan dua kolom memberikan respons terbaik berdasarkan Cv dan t₉₀, sedangkan tiga kolom memberikan derajat konsolidasi radial tertinggi.

 

Kata kunci: tanah lempung, kolom pasir, konsolidasi, oedometer, Barron

Downloads

Published

2026-09-15

Issue

Section

Articles