Analisis Perbandingan Elevasi Muka Air Laut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Kabesaran Desa Tulap
DOI:
https://doi.org/10.35793/9fat5580Abstract
Pantai Kabesaran yang terletak di Desa Tulap, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, merupakan kawasan pesisir yang menghadap Laut Maluku dan rentan terhadap perubahan elevasi muka air laut akibat pasang surut. Penelitian ini bertujuan menganalisis elevasi muka air laut menggunakan metode Least Square, menentukan tipe pasang surut berdasarkan bilangan Formzahl, serta membandingkan elevasi muka air pada kondisi cuaca normal dan cuaca ekstrem. Data angin selama satu tahun 2025 diperoleh dari POWER-DAV NASA, sedangkan data pasang surut diperoleh dari SRGI-BIG. Berdasarkan data angin, bulan Mei dengan kecepatan 4,91 m/s digunakan sebagai kondisi normal dan bulan September dengan kecepatan 8,84 m/s digunakan sebagai kondisi ekstrem. Data pasang surut kedua bulan tersebut dicatat setiap satu jam dan diolah menggunakan program MOD-LSQ. Hasil analisis kondisi normal menghasilkan HHWL 49,348 dm, MSL 24,126 dm, dan LLWL −1,096 dm, sedangkan kondisi ekstrem menghasilkan HHWL 41,362 dm, MSL 23,710 dm, dan LLWL 6,058 dm. Bilangan Formzahl masing-masing sebesar 0,703 dan 0,814 sehingga kedua kondisi termasuk pasang surut campuran condong ke semi-diurnal. Rentang HHWL–LLWL pada kondisi normal sebesar 50,444 dm dan pada kondisi ekstrem sebesar 35,304 dm. Dengan demikian, kondisi yang diklasifikasikan ekstrem berdasarkan data angin tidak menghasilkan HHWL lebih tinggi daripada kondisi normal pada periode data yang dianalisis, tetapi menunjukkan posisi LLWL yang lebih tinggi. Perubahan kondisi yang dianalisis tidak mengubah tipe dasar pasang surut di Pantai Kabesaran.
Kata kunci: elevasi muka air laut; metode Least Square, pasang surut, cuaca ekstrem, Pantai Kabesaran, bilangan Formzahl