Studi Performa Sistem Pengelolaan Heap Leach Pad, Spent Ore, Dan Waste Dump Pada Pertambangan Emas J Resources Bolaang Mongondow
DOI:
https://doi.org/10.35793/zjgea215Abstract
PT. J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) merupakan perusahaan tambang emas di Sulawesi Utara yang menerapkan metode Dynamic Heap Leach Cyanidation, yang menghasilkan limbah padat berupa spent ore. Limbah tersebut dikelola melalui tiga fasilitas utama, yaitu Heap Leach Pad (HLP), sistem kolam pengelolaan air bertahap, dan waste dump. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ketiga fasilitas tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kestabilan geoteknik dam tailing, serta menilai kesesuaian pengelolaan tailing JRBM terhadap regulasi lingkungan yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif dengan data primer berupa observasi lapangan, wawancara, dan sampel kualitas air, serta data sekunder berupa dokumen desain teknis, laporan pemantauan lingkungan, dan data curah hujan. Data dianalisis melalui evaluasi stabilitas lereng metode kesetimbangan batas, analisis frekuensi curah hujan rencana, evaluasi kesesuaian baku mutu kualitas air, serta pemetaan matriks kepatuhan regulasi. Hasil analisis stabilitas lereng waste dump menunjukkan bahwa faktor keamanan (FS) pada kondisi gempa masih memenuhi syarat SNI 7571:2010 pada kemiringan 3H:1V (FS 1,23), tetapi tidak terpenuhi pada kemiringan 2H:1V (FS 0,90). Analisis antarmuka geomembran HLP menunjukkan FS kondisi gempa hanya 0,50 pada permukaan geomembran halus, namun meningkat menjadi 1,33–1,65 pada permukaan bertekstur. Analisis curah hujan rencana metode Gumbel periode ulang 25 tahun menghasilkan nilai 195,59 mm/hari dengan debit limpasan 2,133 m³/detik, sejalan dengan kriteria desain saluran pengelak yang diterapkan JRBM. Hasil pemantauan kualitas air pada compliance point secara umum memenuhi baku mutu (Cu <2 ppm dan CN <0,5 ppm). Evaluasi kepatuhan menunjukkan bahwa JRBM secara umum telah memenuhi regulasi nasional dan standar internasional (GISTM, ICMC), meskipun kapasitas drainase eksternal di area penyangga permukiman masih memerlukan penguatan, sebagaimana terindikasi dari kejadian banjir lumpur di Desa Bakan pada Februari 2026.
Kata kunci: Heap Leach Pad, Spent Ore, Waste Dump, stabilitas geoteknik, kualitas air, regulasi lingkungan, pertambangan emas