Pengaruh Penambahan Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) terhadap Kualitas Fisik dan Sensoris Mi Basah dari Sagu Baruk (Arenga microcarpa)

Penulis

  • Mulalinda W. Suryani Universitas Sam Ratulangi
  • Erny J N Nurali Universitas Sam Ratulangi
  • Yoachim Y E Oessoe Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35791/jteta.v15i2.65210

Kata Kunci:

mi sagu baruk (Arenga microcarpa), gedi (Abelmoschus manihot), mi basah

Abstrak

Mi Sagu baruk (Arenga microcarpa) termasuk dalam jenis mi pati, yang dalam pengolahannya mengandalkan proses gelatinisasi dan retrogradasi untuk pembentukan jaringan. Daun gedi (Abelmoschus manihot L.) mengandung protein pada mucilagonya dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas fisik dan sensoris dari mi basah yang dihasilkan serta menentukan penambahan daun gedi yang tepat dalam pengolahan mi basah Sagu-Gedi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan A (10% penambahan sari daun gedi hijau), B (15% penambahan sari daun gedi hijau) C (20% penambahan sari daun gedi hijau) dan D (25% penambahan sari daun gedi hijau). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan 25% sari daun gedi dalam pembuatan mi basah Sagu-Gedi memiliki nilai elastisitas tertinggi yaitu 3,80 %, penambahan 20% sari daun Gedi hijau memiliki nilai tertinggi 6,54% dan mi basah Sagu-Gedi dengan penambahan 25% sari daun gedi hijau merupakan produk yang paling disukai oleh panelis dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa.

Referensi

Antarlina. 2016. Formulasi Tepung Sukun, Pasta Sawi, Tomat dan Kulit Buah Naga pada Pembuatan Mi Basah. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. Banjarbaru.

Astawan, M. 1999. Membuat Mi dan Bihun. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ramchandran, D. L. and Vasiljevic, T. M. Influence of pH and protein concentration on rheological properties of whey protein dispersions. Int Food Res J. 2013;20(5):5.

Kartika & Bambang. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakarta. UGM.

Lensun, C. I. J., E. J.N. Nurali, T. M. Langi, J. E. A.Kandou.2013. Pemanfaatan Sagu Baruk (Arenga Microcarpa) dengan Ubi JalarUngu (Ipomea batatas) dalam Pembuatan Mi Basah. Diakses dari http://ejournal.unsrat.ac.id pada tanggal 6 April 2017.

Mandey, J.S. 2013. Analisis Botani dan Pemanfaatan Antimikroba Daun Gedi (Abelmoschus manihot (L.) Medik) Sebagai Kandidat Bahan Pakan Ayam Pedaging. Laporan Penelitian Hibah Doktor. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Mulyadi, A.F., S. Wijana, I.A. Dewi, dan W.I Putri. 2014. Karakteristik Organoleptik Produk Mi Kering Ubi Jalar Kuning (Ipomea batatas) (Kajian penambahan telur dan CMC). Jurnal Teknologi Pertanian. 15(1):25-26

Wahyudi & Kusningsih. 2008. Teknik Pengeringan Mi Sagu Dengan Pengering Rak.Buletin Teknik Pertanian (2):62-64.

Winarno, F.G.,1987. Gizi dan Makanan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Winarno,F.G, 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta : PT. Gramedia.

Yuliani, N.D. Yuliana, dan S. Budijanto. 2015. Formulasi Mi Kering Sagu dengan Subtitusi Tepung Kacang Hijau. Agritech,Vol.35 (4):387-395.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-26

Cara Mengutip

Suryani, M. W., Nurali, E. J. N. dan Oessoe, Y. Y. E. (2025) “Pengaruh Penambahan Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) terhadap Kualitas Fisik dan Sensoris Mi Basah dari Sagu Baruk (Arenga microcarpa)”, Jurnal Teknologi Pertanian (Agricultural Technology Journal), 15(2), hlm. 135–145. doi: 10.35791/jteta.v15i2.65210.