Studi pengaruh perbedaan warna umpan buatan pancing gurita terhadap hasil tangkapan

Kholid Kurniawan, Lefrand Manoppo, Fanny Silooy, Alfret Luasunaung, Meta Sonya Sompie

Abstract


The western part of North Minahasa waters is mainly covers by coral reef with relatively large potential of fishery resources including Octopus.  Fishermen of Budo village catches the Octopus by fishing gear known as sihoru or gara – gara boboca in local name with classified as trowling.  The goals of this study are to analyze the influence of using different colors of typical bait released to fishing catch and to identity the catches species.  Experimental method and T-Test wore using to analyze the data.  The result indicated that the color differences not influence to the number of catches, which the analysis probability of brown and black colors is 0.6041, the brown and red is 0.4762, the black and red is 0.8455 which all of these numbers or higher than α0.05 = 2.2281.  Based on this identification, Octopus cyanea is mainly catches.

ABSTRAK        

Perairan Minahasa Utara bagian Barat pada umumnya merupakan hamparan batu karang yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang relatif melimpah salah satunya adalah gurita (Octopus).  Dalam memanfaatkan sumber daya ini masyarakat nelayan Desa Budo menangkap gurita menggunakan alat tangkap pancing yang disebut sihoru atau gara–gara boboca, alat tangkap ini adalah alat tangkap pancing jenis tonda. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan warna umpan terhadap jumlah hasil Tangkapan dan mengetahui spesies octopus hasil tangkapan.  Metode yang digunakan dalam penelitan adalah eksperimental dan dianalisis menggunakan metode statistik Uji T.  Dari penelitian ini diperoleh hasil  nilai analisis P coklat hitam dan sebesar 0.6041, coklat dan merah sebesar 0.4762, hitam dan merah sebesar 0.8455 yang semua nilainya berada diatas α0.05 = 2.2281 dan dapat disimpulkan bahwa perlakuan warna umpan tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan.  Berdasarkan hasil identifikasi gurita yang tertangkap adalah Octopus cyanea.


Keywords


pancing sihoru; warna umpan buatan; Octopus cyanea

Full Text:

PDF

References


Bagus Bagaskoro., 2018. Identifikasi Morfologi dan Molekuler Pada Gurita (Genus Octopus Covier, 1798) yang ditangkap di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Carolus P. Paruntu, Farnis B. Boneka dan Sujito L. Talare., 2009. Gurita (cephalopoda) dariperairan Sangihe, Sulawesi Utara. EKOTON Vol. 9, No.2:13- 27 Oktober 2009 ISSN 1412-3487

Fycki Fendi Imbir, Wilhelmina Patty dan Johny Wenno., 2015. Pengaruh warna umpan pada hasil tangkapan pancing tonda di perairan Teluk Manado Sulawesi Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap 2(1): 9-13, Juni 2015 ISSN 2337-4306.

Nessie VL., 2019. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Octopus_cyanea 13 maret 2019.diakses 25 Mei 2019.

Riduwan., 2012. Dasar–Dasar Statistika.Alfabeta.Bandung 274 hlm.

Roper C. F. E, Sweeney M.J, dan Nauven C. E.,1984 species catalogue, Vol,3 Cephalopods of the world, An annotated and illustrated catalogue of species of interest to fisheries. FAO fish.Synop.(125) Vol. 3.277 p.

Syofian S., 2017.Statistika Terapan Untuk Perguruan Tinggi. Kencana Jakarta. 404 hlm

Wood, J. B., Kenchington, E. dan O’Dor, R.K. 1997. Reproduction and embryonic development time of Bathipolypus articus, a deep-sea octopod (Cephalopoda: Octpods). Malacologia Printed.




DOI: https://doi.org/10.35800/jitpt.4.2.2019.24234

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

<iframe style="border: 0px #ffffff none;" name="statistik" src="https://author.my.id/widget/statistik.php?sinta=5562&amp;gs=47iSrsQAAAAJ&amp;sc=1" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no" width="100%" height="250px"></iframe>