RE-DESAIN TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA DEO KOTA SORONG KONSEP TRANSFORMASI SUPREMATISM OF MALEVICH

Yusuf D. Kareth, Alvin J. Tinangon, Amanda S. Sembel

Abstract


ABSTRAK

Salah satu faktor untuk memperlancar proses pembangunan suatu daerah adalah baik atau buruknya sarana transportasi, termasuk transportasi udara. Transportasi udara sebagai fasilitas pendukung dalam pembangunan di seluruh Indonesia. Papua dengan topografi yang didominasi oleh pegunungan dan lembah serta jarak antar pulau yang saling berjauhan, sehingga transportasi udara adalah moda yang berperan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Adalah Bandar Udara Domine Eduard Osok atau yang lebih dikenal dengan Bandara DEO terletak persis di pusat kota Sorong menjadikan Bandar Udara DEO sebagai pusat penyebaran di Provinsi Papua Barat sekaligus sebagai pintu masuk bagi daerah-daearah disekitarnya selain Provinsi Papua Barat dan Kota Sorong itu sendiri.

Upaya memaksimalkan pelayanan jasa penerbangan bagi masyarakat Papua ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya, maka tercipta ide serta gagasan untuk pembenahan fasilitas dalam kawasan Bandar Udara khususnya terminal penumpang. Re-desain Bandar Udara DEO sebagai jalan keluar pemecahan masalah dalam upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pelayanan bandara DEO. Konsep Transformasi Suprematism of Malevich sebagai saluran kreatifitas, dan merupakan strategi dalam merencanakan serta mendesain kembali fasilitas terminal penumpang Bandar Udara DEO sesuai kebutuhannya.

Kata kunci: bandar udara DEO, Suprematism of Malevich, transformasi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.