MUSEUM PERDAMAIAN MALUKU DI AMBON “ECO-DESIGN FOR RESPECT THE SPIRIT AND CULTURE OF MOLUCCAN”

Medica P. Tahalea, Linda Tondobala, Faizah Mastutie

Abstract


ABSTRAK

Museum merupakan salah satu wadah pelayanan publik yang bersifat edukatif dan informatif serta menyimpan dan memamerkan koleksi-koleksi yang memliki makna. Akan tetapi, terkadang museum dianggap ketinggalan jaman dan dibiarkan begitu saja sehingga dianggap kurang menarik sehingga kurang mendapat perhatian publik.

Perdamaian adalah impian semua orang didunia. Kerusuhan Maluku pada tahun 1999 membuat citra Maluku sebagai negeri yang aman dan damai berubah mejadi negeri yang tak lagi aman dan penuh dengan pertumpahan darah. Perbedaan suku, ras dan agama menjadi alasan untuk berselisih sehigga tali persaudaraan yag telah dibina mejadi rusak. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyatukan perbedaan ini hingga tercipta kembali perdamaian dan mempererat tali persaudaraan Pela Gandong yang telah ada sejak jaman leluhur.

Oleh karena itu, dibutuhkan sarana publik yang dapat memberikan edukasi dan informasi tentang sejarah sekaligus sebagai pengenang perdamaian Maluku. Maka dihadirkanlah Museum Perdamaian Maluku dengan tema perancangan Eco-Design for Respect the Spirit and Culture of Moluccan. Dengan konsep bangunan yang dirancang berdasarkan pertimbangan lingkungan dan kebudayaan Maluku. Dimana penataan ruang luar dan dalam tertata sesuai dengan konsep eco-design sehingga terciptalah bangunan yang ramah lingkungan serta hemat energi dan dapat memberikan kesan lebih bagi para pengunjung. Sehingga nantinya minat dan ketertarikan publik untuk berkunjung ke museum dapat bertambah.

Kata kunci: eco-design, museum, perdamaian Maluku.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.