PUSAT KESEHATAN SEKSUAL DAN ALAT REPRODUKSI DI MANADO. Arsitektur Perilaku

Chelsea E. Songko, Linda Tondobala, Pingkan P. Egam

Abstract


Kota Manado berkembang dengan begitu pesat. Pertumbuhan penduduk juga semakin meningkat dan pergaulan bebas pun tidak bisa dihindari, semakin hari banyak kaum muda atau remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan seks bebas. Oleh karena itu, penyebaran dan penularan HIV/AIDS juga menyebar dengan cepat selain itu masih kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya kaum muda atau remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan seksual dan alat reproduksi. Sehingga dari beberapa faktor tersebut maka diperlukan adanya perancangan Pusat Kesehatan Seksual dan Alat Reproduksi di Manado yang bertujuan agar dapat mendapatkan suatu wadah yang membantu pemulihan, pengurangan, dan penanggulangan pergaulan bebas yang menyebabkan penularan HIV/AIDS dan juga masalah-masalah lainnya di kalangan remaja dan juga masyarakat. Dalam peracangan ini diterapkan pendekatan Arsitektur Perilaku yang mempelajari hubungan antara perilaku objek rancangan dengan lingkungan. Arsitektur Perilaku mempertimbangkan perilaku dalam perancangannya dengan memperhatikan kenyamanan, kondisi dan perilaku pengguna, dan juga keamanan dari pengguna. Aplikasi penerapan tema Arsitektur Perilaku dalam perancangan Pusat Kesehatan Seksual dan Alat Reproduksi ini lewat : tata ruang dalam, tata ruang luar, sirkulasi dan entrence, serta pola hubungan ruang. Dengan menghadirkan Pusat Kesehatan Seksual dan Alat Reproduksi di Manado tidak hanya menjadi wadah kesehatan khususnya dibagian seksual dan reproduksi tapi juga sebagai wadah untuk merehabilitasi, bahkan menjadi sarana mengembangkan keterampilan dan pembelajaran tentang kesehatan seksual dan alat reproduksi.

 

Kata kunci : Kesehatan Seksual, Pergaulan Bebas, Arsitektur Perilaku, Kota Manado


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.