SEKOLAH POLISI NEGARA DI KAROMBASAN ‘SEMIOTIKA DALAM ARSITEKTUR’

Authors

  • Hendry A. Salindeho

DOI:

https://doi.org/10.35793/daseng.v2i3.2932

Abstract

ABSTRAK

Sekolah Polisi Negara dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “Lembaga bagi anggota badan pemerintahan yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum dalam hal ini Polisi Negara Republik Indonesiaâ€. Sekolah Polisi Negara tidak hanya mendidik para siswa calon Bintara Polri dengan materi-materi pembelajaran akan tetapi mereka juga dilatih baik secara fisik, mental dan keterampilan dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya sebagai angoota Polri.

Adapun tema yang dipilih dalam perancangan SPN Karombasan ini ialah Semiotika dalam Arsitektur. Semiotika dalam Arsitektur menganggap Arsitektur sebagai sebuah sistem tanda dan mengandung bahasanya sendiri. Model semiotika yang cukup populer adalah pendekatan semiotik model Charles Sanders Pierce, dan model semiologi Ferdinand de Saussure. Pendekatan semiotik Pierce merupakan kajian mengenai pola perilaku manusia dalam komunikasi di setiap caranya. Dalam arsitektur, pendekatan ini mengkategorikan objek ke dalam 3 jenis tanda: indeks, ikon, dan symbol. Pendekatan semiologi Saussure mengkaji bagaimana sistem tanda bisa hidup di dalam masyarakat. Pendekatan ini juga kerap disebut pendekatan Semiotika strukturalis. Pendekatan ini memandang objek sebagai sebuah tanda (sign), yang mengandung unsur yang menandakan (signifier) dan unsur yang ditandakan (signified). Signifier dan Signified bersatu membentuk sign, yang didasarkan pada referent yang telah dikenal sebelumnya.

Tema “Semiotika dalam Arsitektur†yang diterapkan pada perencanaan ini diharapkan mampu mengkomunikasikan objek perancangan sebagai sarana pendidikan dan pelatihan.

 

Kata Kunci: Sekolah Polisi Negara, Semiotika dalam Arsitektur.

Downloads

Published

2013-11-06