PUSAT SENI DAN KERAJINAN SULAWESI UTARA DI MANADO. Arsitektur Neo Vernakular

Sjeren A. Saroinsong, Dwight M. Rondonuwu, Frits O. P. Siregar

Abstract


Keberadaan seni  dan kerajinan dalam kehidupan manusia merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan. Seni dan kerajinan  selalu tumbuh dan berkembang sejalan dengan kehidupan manusianya, serta memiliki arti penting dalam setiap aspek kehidupan manusia. Seni dan kerajinan terlahir sebagai ekspresi diri dari dalam jiwa manusia yang dinamis dan menyatu. Seni dan kerajinan sendiri dapat diekspresikan dengan berbagai macam cara dan media. Dengan menggunakan tema Arsitektur Neo Vernakular, perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Sulawesi Utara dibuat dengan mengaplikasikan budaya yang ada salah satunya dengan menerapkan salah satu alat musik tradisional Minahasa yaitu musik bambu dalam pola atap bangunan yang direncanakan dengan gaya masa kini atau modern. Tujuan dari perancangan Pusat Seni dan Kerajinan Sulawesi Utara  adalah untuk menghadirkan  suatu wadah yang dapat menampung dan menunjang berbagai aktivitas seni dan kerajinan Sulawesi Utara di Kota Manado yang terpusat serta bersifat edukatif, dan rekreatif bagi para seniman, pengrajin, pelajar, masyarakat , dan tak menutup kemungkinan bagi para wisatawan-wisatawan asing yang datang. Metode perancangan ini menggunakan metode proses desain John Zeisel dengan pendekatan perancangan terhadap 3 point utama yaitu, pendekatan terhadap tipologi, pendekatan terhadap tema dan pendekatan terhadap kajian tapak dan lingkungan. Sehingga menghasilkan suatu desain berupa layout plan, site plan, denah, tampak bangunan, potongan bangunan, detail, utilitas bangunan , spot interior, spot eksterior dan gambar perspektif.

Kata Kunci: Pusat Seni dan Kerajinan, Arsitektur Neo Vernakular, Sulawesi Utara

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.