SANGGAR PENGEMBANGAN BUDAYA SUKU AYAMARU, AITINYO DAN AIFAT DI SORONG “ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR”

Weldus Nauw, Joseph Rengkung

Abstract


ABSTRAK

Indonesia dikenal memiliki budaya yang sangat beragam, dan ini dapat dilihat dengan beragam suku bangsa yang masing–masing mempunyai kebudayaan tersendiri dan juga terdapat beragam komunitas adat. Komunitas adat yang dimaksud disini adalah kelompok–kelompok masyarakat atau satuan sosial masyarakat yang berdiam di satu wilayah tertentu yang saling berinteraksi secara intensif, sehingga ada ciri–ciri yang sama sebagai kebudayaan mereka, baik kebudayaan yang tidak kelihatan maupun bentuk–bentuk kebudayaan yang kelihatan secara fisik.

Menghadirkan suatu sanggar seni budaya yang nantinya melengkapi sarana prasaran penunjang pariwisata dan membina masyarakat untuk melestarikan seni budaya daerah-nya khusus daerah Ayamaru, Aitinyo dan Aifat(A3) di sorong dan untuk mempromosikan potensi seni budaya suku A3 sehinngga dapat di kenal secara luas di Indonesia maupun manca Negara.

Untuk mewujudkan gagasan ini, di terapkan metode pendekatan yang mengarah kepada wadah pengembagan seni budaya dan adat-istiadat serta kenyamanan bangunan yang sesuai dengan pendekatan tematik pada penataan ruang dan bangunan.secara persepsi fungsional, persepsi visual, dan persepsi structural.

Hasil desain yang berupa penyajian gambar – gambar arsitektural yang bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kualitas perancangan Sanggar Seni Budaya Suku Ayamaru, Aitinyo dan Aifat di Sorong dengan implementasi tema Arsitektur Neo Vernakular.

Kata kunci : Sanggar Pengembangan Seni Budaya Ayamaru, Aitinyo, Aifat (A3) Arsitektur Neo Vernakular.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.