Sekolah Luar Biasa Bagian B di Manado ”Arsitektur Bagi Penyandang Cacat Tunarungu, Mata Yang Mendengar”

Authors

  • Steward F. Bolang
  • Johannes Van Rate
  • Faizah M. Mastutie

DOI:

https://doi.org/10.35793/daseng.v4i1.6653

Abstract

Karakteristik yang dimiliki oleh seorang penyandang cacat tunarungu berbeda dengan orang normal. Kekurangan mereka dalam indera pendengaran menyebabkan mereka kesulitan dalam bersekolah dan kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di Kota Manado, para penyandang cacat tunarungu hanya bersekolah dengan menumpang di sekolah-sekolah luar biasa yang lain. Hal ini dapat menyebabkan kurang efektifnya sistem pembelajaran bagi anak-anak penyandang cacat tunarungu. Untuk itulah sangat dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai guna untuk mencerdaskan anak-anak penyandang cacat tunarungu.

Perancangan Sekolah Luar Biasa bagian B di Manado sangat dibutuhkan oleh anak-anak tunarungu dengan memakai tema â€arsitektur bagi penyandang cacat tunarungu, mata yang mendengar†bertujuan untuk merancang Sekolah Luar Biasa bagian B yang didalamnya mereka tidak saja menuntut ilmu, tapi juga dapat melatih diri mereka sendiri agar ketika berada di dunia luar, mereka tidak dianggap rendah oleh orang-orang normal.

Kata Kunci : tunarungu, sekolah, manado

Downloads

Published

2015-02-07