MUSEUM SENI KONTEMPORER DI MANADO (EMOTIONAL ARCHITECTURE WITHIN SPACE AND LIGHT)

Hyginus J. Mantiri, Indradjaja Makainas, Deddy Erdiono

Abstract


Perkembangan dalam berbagai bidang dan aspek kehidupan yang terjadi secara pesat sejak akhir Perang Dunia II telah melahirkan suatu era baru dalam dunia seni. Contemporary art, atau “seni kontemporer” dalam bahasa Indonesia, muncul sebagai suatu fenomena yang memberi warna baru pada kanvas peradaban umat manusia. Seni kontemporer lahir dari semangat untuk meninggalkan doktrin-doktrin lama dalam bidang seni yang dianggap sudah usang. Jika dipandang dari konteks kata pembentuknya, seni kontemporer dapat dijelaskan secara etimologis sebagai suatu refleksi dari waktu yang sedang berjalan. Kota Manado tidak luput dari fenomena seni kontemporer yang sedang terjadi. Oleh karena itu kita membutuhkan suatu sarana publik dengan fungsi utama untuk mengumpulkan, merawat, mengapresiasi, dan mempublikasikan karya-karya seni kontemporer yang ada di Kota Manado dan sekitarnya. Dalam hal inilah perancangan “Museum Seni Kontemporer di Manado” akan memegang peranan. Adapun tema yang dipergunakan dalam perancangan ini adalah “Emotional Architecture Within Space and Light” dengan tujuan untuk menciptakan suatu objek arsitektural yang mampu mempengaruhi sisi psikologis manusia sebagai subjek yang akan berinteraksi dengan objek perancangan.

Kata kunci: Seni kontemporer, museum, emotional architecture


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.