Otitis Media Supuratif Kronik di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2014 – Desember 2016

Authors

  • Debora M. Pangemanan
  • Oraetlabora I. Palandeng
  • Olivia C.P Pelealu

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v6i1.19500

Abstract

Abstract: Chronic suppurative otitis media is an inflammatory process caused by mucoperiosteum infection in the middle ear cavity marked by tympanic membrane perforation. This study was aimeds to obtain the profile of chronic suppurative otitis media at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado form January 2014 to December 2016. This was a descriptive retrospective study using medical record data. The results showed that there were 78 cases diagnosed as chronic suppurative otitis media; 30 cases (38%) were 18-40 years old. There was no difference in number by gender. Location of this disease was more often unilateral. Otorrhea was the clinical symptom found in 87% of patients, followed by otalgia and hearing disturbance. Drug treatment was the most used treatment. Conclusion: Chronic suppurative otitis media was most common in age 18-40 years and there was no difference between sexes. Otorrhea was the most frequent clinical symptom. Most cases had unilateral otitis media and treated with medical treatment.

Keywords: chronic suppurative otitis media, age, gender, clinical symptoms

 

Abstrak: Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan proses peradangan yang disebabkan oleh infeksi mukoperiosteum dalam rongga telinga tengah yang ditandai oleh perforasi membran timpani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum penderita OMSK di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2014 – Desember 2016. Jenis penelitian ini ialah deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis. Hasil penelitian mendapatkan 78 kasus dengan diagnosis OMSK, terbanyak didapatkan pada tahun 2016, diikuti tahun 2015 dan 2014. Kelompok usia 18-40 tahun yang terbanyak menderita OMSK, yaitu sebanyak 30 kasus (38%). Tidak ada perbedaan jumlah penderita berdasarkan jenis kelamin. Otore merupakan gejala klinik yang ditemukan pada 87% penderita, diikuti oleh otalgia dan pendengaran berkurang. Lokasi sering terjadi pada salah satu telinga. Penanganan medika mentosa ialah penanganan yang paling sering dilakukan. Simpulan: OMSK terbanyak didapatkan pada usia 18-40 tahun dan tidak terdapat perbedaan pada kedua jenis kelamin. Otore merupakan gejala klinik yang paling sering. Umumnya lokasi OMSK unilateral dan jenis penanganan tersering ialah medikamentosa.

Kata kunci: otitis media supuratif kronik, usia, jenis kelamin, gejala klinik

Downloads

How to Cite

Pangemanan, D. M., Palandeng, O. I., & Pelealu, O. C. (2018). Otitis Media Supuratif Kronik di Poliklinik THT-KL RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2014 – Desember 2016. E-CliniC, 6(1). https://doi.org/10.35790/ecl.v6i1.19500