Morfometri lereng gisik di pantai Tumpaan kecamatan Tumpaan kabupaten Minahasa Selatan

Authors

  • Febrik Namoua
  • Hermanto Manengkey
  • Royke Rampengan

DOI:

https://doi.org/10.35800/jplt.5.2.2017.15046

Abstract

Gisik adalah salah satu bentuklahan yang dicirikan oleh material sedimen berupa pasir atau kerikil, gisik juga dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai tempat penambatan perahu para nelayan, industri perikanan, pariwisata, dan bangunan pemukiman di sekitar lahan gisik. Penelitian ini, dilakukan di pantai Tumpaan Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara, kawasannya tepat di teluk Amurang. Serangkaian penelitian ini dengan tujuan mengobservasi perubahan kemiringan lereng gisik terhadap sebaran kemiringan lereng serta deposisi dan erosi. Data diperoleh dengan menggunakan data primer atau diamati secara langsung, selanjutnya untuk mendapatkan data hasil penelitian dilakukan pengukuran kemiringan lereng gisik dengan menggunakan alat rakitan maupun alat portabel yang berupa water pas, tali, meteran. Sehubungan dengan pengukuran tersebut metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian yaitu menerapkan metode deskriptif yang dilakukan berdasarkan tujuan, untuk menelaah perubahan morfometri lereng gisik pantai Tumpaan dalam dua waktu yang berbeda yaitu 19 Februari 2015 dan 12 September 2015. Data hasil pengukuran morfometri gisik, selanjutnya data diolah menggunakan komputer dengan perangkat lunak surfer 8 serta perangkat lunak Arc-Gis. Dengan Arc-Gis dapat dibaca nilai-nilai sebaran kemiringan lereng serta sebaran deposisi dan erosi pada lahan gisik yang di telaah. Berdasarkan data hasil pengolahan sebaran kemiringan lereng pada 19 Februari 2015 terkriteria lereng landai yaitu 26,96 % dan pada 12 September 2015 terkriteria lereng sangat miring yaitu 30,18 %. Sedangkan sebaran erosi 9053553,11 m3 dan deposisi 13440584,39 m3.

Downloads

Published

2017-02-06

How to Cite

Namoua, F., Manengkey, H., & Rampengan, R. (2017). Morfometri lereng gisik di pantai Tumpaan kecamatan Tumpaan kabupaten Minahasa Selatan. JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS, 5(2), 14–19. https://doi.org/10.35800/jplt.5.2.2017.15046