Demersal fish stock development as the sustainability of coral fish under artificial reef made of bamboo (BambooReef) in the coastal waters of Malalayang Dua, Manado

Alex D. Kambey, Anneke V. Lohoo

Abstract


Efforts to maintain and prepare the fish stock availability, coastal resources management in Malalayang Dua waters was carried out through coral reef rehabilitation in public fisheries zone, artificial reef “BambooReef” placement as an effort of innovation creation to prepare an alternative artificial reef model. In 1 -2 years, new habitat is expected to be present, could increase the fish biomass, and create the area to be able to supply reef fish stock in Malalayang Dua waters and its surroundings.

The artificial reef “bambooReef” was laid around the natural coral reefs at the depth of 5 to 7 m. Data collected were presence and attraction of the coral fish (no. species and density).

Results showed that there were 15 species found around the “BambooReef”, with the highest recorded as mayor species group (13 species), followed by indicator species, and 1 target species. Total number was 137 individuals and the density was 8.56 ind./m2 or 85.625 ind/ha.  The fifteen species of coral fish did not, in general, belong to optimum size for fishing.  Nevertheless, this study reflects that the artificial reef placement has created new habitat for the coral fish.

 Keywords: Artificial reef, bambooreef, bamboo, demersal. 

 

Abstrak

Upaya untuk menjaga, memelihara dan sekaligus mempersiapkan  penyediaan stok ikan di perairan, dibuatkan  pengelolaan sumberdaya wilayah pesisir di Kelurahan  Malalayang Dua dengan konsep pengelolaan melalui perbaikan  kondisi terumbu karang zona perikanan masyarakat, dengan konsep rehabilitasi tempat hidup dan berkembang ikan yaitu peletakan terumbu buatan dari bahan dasar bambu “BambuReef”, sebagai upaya menciptakan inovasi bahkan menciptakan model terumbu buatan alternatif (baru).  Diharapkan dalam waktu dalam waktu 1-2 Tahun akan tercipta habitat baru, meningkatkan biomassa ikan, menciptakan daerah yang dapat menyediakan stock ikan karang di perairan pantai Kelurahan Malalayang Dua dan sekitarnya.

Terumbu buatan “bambooReef” diletakkan pada daerah sekitar  terumbu karang alami di perairan pesisir Malalayang Dua Kota Manado, pada kedalaman 5 s/d 7 meter. Data yang diperoleh dari peletakkan/penerapan terumbu buatan “BambooReef” adalah kehadiran dan ketertarikan jenis ikan karang (jumlah jenis dan kepadatannya),

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 15 spesies yang ditemukan di sekitar terumbu buatan “BambooReef” dimana tertinggi termasuk pada kelompok spesies mayor (13 jenis), kemudian diikuti spesies indikator berjumlah 1 jenis, dan spesies target 1 jenis, dengan jumlah 137 individu, serta kepadatan 8,56 indv/m2 atau sebesar  85.625 individu per hektar.   15 jenis ikan karang yang ditemukan umumnya belum dalam ukuran optimum untuk ditangkap.  Namun demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan  terumbu buatan telah memberikan habitat baru bagi ikan karang.

Kata kunci: Terumbu buatan, bambooreef, bambu, demersal.  

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35800/jip.5.2.2017.17485

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JURNAL ILMIAH PLATAX

ISSN: 2302-3589

Creative Commons License
Platax Scientific Journal under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Office at:

Faculty of Fisheries and Marine Science, Sam Ratulangi University, Manado 95115, Indonesia


 

Indexed by: