Isolation and Antibacterial Activity Test of Seagrass Epiphytic Symbiont Bacteria Thalassia hemprichii from Bahowo Waters, North Sulawesi

Ismariani Maarisit, Esther D. Angkouw, Remy E. P. Mangindaan, Natalie D. C. Rumampuk, Henky Manoppo, Elvy Like Ginting

Abstract


Seagrass is a higher plant and has the ability to produce bioactive compounds such as antibacterial. Seagrass is also a host to a variety of bacteria. Bacteria that live in the host will produce the same compounds as the host's body. The utilization of symbiotic bacteria with seagrasses as producers of bioactive compounds such as antibacterial can be used as a solution to reduce excessive seagrass uptake in nature. On the other hand, bacteria have the advantage of being fast and easy to grow and can be mass-produced and more economical. This study aims to isolate and test the antibacterial activity of the epiphytic bacteria of seagrass symbionts. Epiphytic bacteria of seagrass symbionts were grown on Nutrient Agar media directly in the field and bacterial isolation was carried out based on the morphological characteristics of the bacterial isolates. The antibacterial activity test was carried out using the disc method with the test bacteria Stapylococcus aureus, Streptococcus mutans, Escherichia coli, Salmonella thypi, and antibiotics as positive controls. The ability of bacteria to produce antibacterial was indicated by the formation of an inhibition zone around the paper disc containing the epiphytic bacteria of the seagrass symbiont T. hemprichii. A total of 3 isolates of epiphytic bacteria were isolated from T. hemprichii seagrass from Bahowo Waters, Tongkaina Village, Bunaken District, these isolates are namely Epifit 1, Epiphyte 2, and Epiphyte 3. Epiphyte 2 isolate had antibacterial activity against S. mutans, S. aureus, and S. thypi test bacteria, Epiphyte 3 isolate had antibacterial activity against S. mutans, and S. thypi test bacteria.

Key words: Bacteria; Antibacterial; T. hemprichii; symbionts; Bahowo

Abstrak

Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi dan memiliki kemampuan menghasilkan senyawa  bioaktif seperti antibakteri. Lamun juga merupakan tempat hidup atau inang dari berbagai bakteri. Bakteri yang hidup pada inang akan menghasilkan senyawa yang sama dengan tubuh inangnya. Pemanfaatan bakteri yang bersimbiosis dengan lamun sebagai produsen senyawa bioaktif seperti antibakteri dapat dijadikan sebagai solusi dalam mengurangi pengambilan lamun yang berlebihan di alam. Dilain pihak, bakteri memiliki keunggulan karena pertumbuhan bakteri yang cepat dan mudah tumbuh, dapat diproduksi secara massal dan lebih ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri dari bakteri epifit simbion lamun T. hemprichii dari Perairan Bahowo.  Bakteri epifit simbion lamun ditumbuhkan pada media NA secara langsung di lapangan dan isolasi bakteri dilaksanakan berdasarkan karateristik morfologi isolat bakteri. Uji aktivitas bakteri dilakukan menggunakan metode cakram dengan bakteri uji S. aureus, S. mutans, E. coli, dan S. thypi dan antibiotik sebagai kontrol positif. Kemampuan bakteri menghasilkan antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona hambat disekitar kertas cakram yang mengandung bakkteri epifit simbion lamun T. hemprichii.  Sebanyak 3 isolat bakteri epifit berhasil diisolasi pada lamun T. hemprichii dari Perairan Bahowo, Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken yaitu Epifit 1, Epifit 2, dan Epifit 3. Isolat epifit 3 memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji S. thypi, isolat Epifit 2 terhadap bakteri uji S. mutans, S. aureus, dan S. thypi, isolat Epifit 3 terhadap bakteri uji S. mutans, dan S. thypi.

Kata kunci: Bakteri; Antibakteri; T. hemprichii; Simbion; Bahowo


Keywords


Bacteria; Antibacterial; T. hemprichii; symbionts; Bahowo

Full Text:

PDF

References


Barbara, S., Nursyirwan., dan Zulkifli. 2019. Sensitivitas Ekstrak Lamun Thalasia hemprichi Terhadap Pertumbuhan Bakteri Patogen. Junal. Universitas Riau Pekan Baru.

Davis, W.W., dan Stout, T.R. 1971. Disc Plate Method of Microbiologi Antibiotic Assay. Laboratorium Penelitian Lilly, Eli Lilly dan Co, Indianapolis, Indiana 46206.

Fauzan, A., Dewi, S.S., dan Wilson, W. 2019. Efektifitas Daya Hambat Ekstrak Etanol Bawang Daun (Aliium fistulousm. L) Terhadap Bakteri Salmonella thypi, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Jurnal Labora Medika. Vol. 3, hal. 54-57.

Firdausia, R.Z. 2021. Perbandingan Dinding Sel pada Bakteri GrAM Negatif, Gram Positif, dan Sel Tumbuhan. Universitas Isam Negeri Walisongo Semarang. https://ww.researchgate.net/publication/348648650_PERBANDINGAN_DINDING_SEL. (Diakses tanggal 29 Mei 2021).

Hamidah, M.N., Rianingsih, L., dan Romadhon. 2019. Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Asam Laktat Dari Peda Dengan Jenis Ikan yang Berbeda Terhadap E. coli dan S. aureus.

Hudzicki, J. 2009. Kirby-Beuer Disk Diffusion Susceptibility Test Protocol. American Society for Microbiology.

Kamaruddin, Z.S., Rondnuwu, S.B.,dan Maabuat, P.V. 2016. Keragaman Lamun (Seagrass) di Pesisir Desa Lihunu Pulau Bangka Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Jurnal Mipa Unsrat. Vol. 5, No. 1, hal. 20-24.

Leboffe, M.J., dan Perce, B.E. 2012. Brief Microbiology. Laboratory Theory dan Application 2nd Edition. Englewood: Morton Publishing.

Marzuki, I., Noor, A., Nafie, N.L.,dan Djide, M.N. 2014. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Simbion Spons Penghasil Enzim Amilase Asal Pantai Malawai Balikpapan. Jurnal Ilmiah, Vol. 1 No. 2, hal. 11.

Nugraheni, S.C., Khoeri, M.M., dan Kusmita, L. Characterization Of Caratenoid Pigments From Bacterial Symbionts Of Seagrass Thalassia hemprichii. 2010. Jurnal Pembangunan Pesisir. Vol. 14, No. 1, hal. 51-60.

Purnama, .A.A., dan Brahmana, E.M. 2018. Bioaktivitas Antibakteri Lamun Thalasia hemprichii dan Enhalus acaroides. Jurnal Biologi Universitas Andalas. Vol. 6, No. 1, hal. 45-50. https://jbioua.fmipa.unand.ac.id/index.php/jbioua/article/view/218/201.

Rahmawati, U., Agustini, T.W., dan Romadhon. 2016. Kajian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lamun (Thalassia hemprihii) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichi coli. Prosidang Seminar Tahunan Ke-V Hasil-hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan. Universitas Diponegoro.

Sari, N.I.P. 2018. Isolasi, Karakterisasi dan Aktivitas Antimikroba Bakteri Endofit Pada Lamun Thalassia hemprichii Terhadap Pertumbuhan Bakteri Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa dan Jamur Candida albacans. Artikel Penelitian. Universitas Mataram.

Septiani., Dewi, E.N.,dan Wijaya, I. 2017. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lamun (Cymodocea rotundata) Terhadap Bakteri stapilooccus aureus dan Eschericia li. Saintek Perikanan. Vol. 13, No. 1, hal. 1-6.

Soermani, A., Idarti, E., Pujiyono.,dan Diamantina, A. 2019. Konsep Negara Kepulauan Dalam Upaya Perlindungan Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia. Masalah-masalah Hukum. Vol, 48. No. 3, hal. 241-248.

Tangke, U. 2010. Eksistem Padang Lamun (Manfaat, Fungsi dan Rehabilitasi). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan. Vol.3, No. 1.

Ulina, G.V.B., Sumardianto.,dan Romadhon. 2015. Potensi Antibakteri Ekstrak Lamun Thalasia hemprichii Pada Fillet Ikan Lele (Clarias batracus) Selama Penyimpanan Dingin. Hasil Penelitian. Universitas Diponegoro.

Winarti., Kusrini, D., dan Fachriyah. 2009. Isolasi, Identifikasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Akar Sidaguri (Sida rhombifolia Linn). Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi. Vol. 12, No. 2, hal. 52-56.

Yuana, D.A. 2016. Gambaran Penggunaan Antibiotik Dengan Resep dan Tanpa Resep Dokter di Beberapa Apotik di Area Jember Kota. Skripsi. Universitas Jember.




DOI: https://doi.org/10.35800/jip.9.1.2021.34320

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah PLATAX

ISSN: 2302-3589

Creative Commons License
Platax Scientific Journal under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

Office at:

Faculty of Fisheries and Marine Science, Sam Ratulangi University, Manado 95115, Indonesia


 

Indexed by: