JURNAL POLITICO


Journal Homepage Image

Vol 8, No 1 (2019): PEMETAAN POTENSI GANGGUAN RADIKAL TERORISME DI BEBERAPA WILAYAH PERBATASAN PROVINSI SULAWESI UTARA

Wilayah Propinsi Sulawesi Utara menurut data yang ada di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) kini telah menjadi daerah prioritas dari pemerintah pusat untuk dijadikan wilayah target, karena dianggap wilayah ini memiliki potensi gangguan keamanan wilayah yang sangat tinggi. Hal itu disebabkan karena di wilayah Sulawesi Utara terdapat beberapa wilayah yang berbatasan langsung dengan beberapa negara lain. Gangguan keamanan yang dimaksud diantaranya adalah potensi masuknya terorisme internasional melalui jalur-jalur yang ada di wilayah perbatasan, perdagangan lintas batas, illegal fishing, bahkan hingga perdagangan manusia (Human Traffiking). Ironisnya dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan, diperoleh data banyak program yang dilakukan terkait dengan hal ini masih dianggap kurang tepat, bahkan, tragisnya  justru banyak menimbulkan masalah baru. Hal itu disebabkan karena beberapa program  tidak pernah dilakukan evaluasi secara komprehensif. Akibatnya, tidak sedikit program yang dilakukan justru menjadi mubasir atau hasilnya tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Oleh karenanya, dirasa sangat perlu dilakukan sebuah identifikasi, eksplanasi, pemetaan serta analisis terpadu tentang potensi gangguan keamanan di wilayah perbatasan dalam kaitannya dengan kebijakan pemberantasan terorisme, perdagangan manusia, illegal fishing dan sebagainya, khususnya bagi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan beberapa Negara tetangga. 

Penelitian ini mencoba melacak berbagai program yang sudah dilakukan  bagi wilayah-wilayah terluar khususnya di wilayah yang menjadi lokasi dimana penelitian ini akan dilakukan. Peneltian ini dilakukan di beberapa wilayah yang diidentifikasi memiliki potensi gangguan terorisme yang cukup signifikan seperti di wilayah Kota Kotamobagu, Kota Bitung serta di Kabupaten Kepulauan Talaud. Wilayah-wilayah tersebut menyimpan banyak masalah yang bisa mengancam keutuhan kedaulatan bangsa, keamanan, ekonomi sebagai akibat dari banyaknya berbagai kegiatan-kegiatan illegal di wilayah ini.

Format penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan survey, dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang berada di wilayah-wilayah tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dalam dua tahap. Pertama ; menetapkan desa-desa sampel (sample area), yang ke dua adalah; menetapkan sampel responden. Untuk sampel area, maka di tiap kecamatan ditetapkan sebanyak 2 desa, sedangkan sampel responden ditetapkan  sebanyak 10 Kepala rumah tangga pada tiap desa sampel.

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang pola perdagangan lintas batas, efek interaksi masyarakat dengan Negara tetangga yang dalam hal ini Negara Philipina, cara pandang masyarakat terhadap konsep NKRI, potensi yang bisa difasilitasi, dan yang terpenting dari itu semua dari penelitian ini, diharapkan dapat diidentifikasi secara objektif, tentang harapan sosial, politik, dan ekonomi masyarakat terhadap pemerintah.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi alternatif bagi pemerintah dan stake holder dalam pembuatan kebijakan yang bisa melakukan pencegahan dini bagi gangguan radikalisme di Sulawesi Utara.

Table of Contents

Articles

Johny Lengkong dkk
PDF
Yepius Yigibalom
PDF