Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah dengue di Kecamatan Malalayang Kota Manado

Penulis

  • Joyseilin Rachela Pioh Fakultas Kedokteran, Universitas Sam ratulangi
  • Dina Victoria Rombot Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
  • Zwingly Christian Jefferson Gerard Porajow Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/jkkt.v13i2.65670

Kata Kunci:

Demam Berdarah Dengue, tindakan pencegahan, faktor risiko, Kecamatan Malalayang

Abstrak

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan signifikan di tingkat global hingga lokal, termasuk di Kota Manado. Kecamatan Malalayang memiliki kasus tinggi karena kepadatan penduduk dan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan vektor. Meski informasi pencegahan mudah diakses, tindakan pencegahan masyarakat masih kurang optimal.

Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan DBD pada masyarakat di Kecamatan Malalayang.

Metode: Penelitian potong lintang (cross-sectional) pada 110 responden. Analisis deskriptif dan uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi, paparan informasi, dan tindakan pencegahan.

Hasil: Distribusi responden menunjukkan dominasi perempuan (57,3%), berusia 17–25 tahun (30,0%), berpendidikan SMA (49,1%), berada pada kategori ekonomi “Menuju Menengah” (53,6%), dan pernah terpapar informasi mengenai DBD (93,6%). Analisis menunjukkan bahwa usia (p = 0,001) dan tingkat pendidikan (p = 0,020) berhubungan signifikan dengan tindakan pencegahan DBD, sedangkan jenis kelamin (p = 0,843), status ekonomi (p = 0,144), dan paparan informasi (p = 0,966) tidak menunjukkan hubungan signifikan.

Kesimpulan: Usia dan tingkat pendidikan berhubungan dengan tindakan pencegahan DBD, sementara jenis kelamin, status ekonomi, dan paparan informasi tidak berhubungan signifikan.

 

Referensi

1. Schaefer TJ, Panda PK, Wolford RW. Dengue fever. Treasure Island (FL): StatPearls; 2025 [cited 2025 Aug 1]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430732/.

2. Siyam N, Hermawati B, Fauzi L, Fadila FN, Lestari N, Janah SU, et al. Penerapan pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue berbasis ecohealth di Kota Semarang. Kes Mas. 2023 Mar 10;(4):1–26.

3. Francis N, Asapu P, Qazi MU, Jaiganesh T. The ultimate buzzkill: when dengue hits hard. Cureus. 2025 Mar 18;1–4. Available from: https://doi.org/10.7759/cureus.80761

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Waspada penyakit di musim hujan [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. 2025 [cited 2025 Jul 21]. Available from: https://kemkes.go.id/id/waspada-penyakit-di-musim-hujan.

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Nyamuk lebih mematikan daripada hewan buas [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. 2025 [cited 2025 Jul 21]. Available from: https://kemkes.go.id/id/nyamuk-lebih-mematikan-daripada-hewan-buas

6. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Kasus penyakit menurut kabupaten/kota dan jenis penyakit di Provinsi Sulawesi Utara, 2023. Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. 2024.

7. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Kasus penyakit menurut kabupaten/kota dan jenis penyakit di Provinsi Sulawesi Utara, 2024. Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. 2025.

8. Dinas Kesehatan Kota Manado. Data kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama tahun 2023. Manado; 2023.

9. Paomey VC, Nelwan JE, Kaunang WPJ. Sebaran penyakit demam berdarah dengue berdasarkan ketinggian dan kepadatan penduduk di Kecamatan Malalayang Kota Manado tahun 2019. J Kes Mas. 2019 Oct 6;512–27. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/kesmas/article/view/25720/25373

10. Badan Pusat Statistik Kota Manado. Kecamatan Malalayang dalam angka 2025. Manado: BPS Kota Manado; 2025.

11. Kecamatan Malalayang. Profil Kecamatan Malalayang. Manado: Pemerintah Kota Manado; 2024.

12. Prameswarie T, Ramayanti I, Zalmih G. Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu rumah tangga dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA). 2022 Apr 30;4(1):56–66. Available from: https://doi.org/10.36590/jika.v4i1.222

13. Yuniastuti T, Dwi Cahyani S, Joegijantoro R. Kajian tingkat pendidikan pada masyarakat di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang sebagai upaya pengendalian kejadian demam berdarah. In: The 5th Conference on Innovation and Application of Science and Technology. CIASTECH; 2022. p. 713–8.

14. Salsabila ST, Melviani M, Salwati S, Aryzki S. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan demam berdarah di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin. Jurnal Surya Medika (JSM). 2025;11(2):174-80. doi: https://doi.org/10.33084/jsm.v11i2.10532

15. Ramadani F, Azizah N, Ayu MS, Lubis TT. Hubungan karakteristik penderita demam berdarah dengue di Rumah Sakit Haji Medan periode Januari-Juni 2022. Ibnu Sina 2023;22(2):180–95. doi: https://doi.org/10.30743/ibnusina.v22i2.498

16. Monintja TCN. Hubungan antara karakteristik individu, pengetahuan dan sikap dengan tindakan PSN DBD masyarakat kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado. J Ilmu Kesehat Masyarakat Univ Sam Ratulangi. 2015 Apr;5:503–16. Available from URL: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jikmu/article/view/7859

17. Badan Pusat Statistik Indonesia. Memahami perbedaan angka kemiskinan versi Bank Dunia dan BPS. 2025 May 2 [cited 2025 Sep 17]. Available from: https://www.bps.go.id/id/news/2025/05/02/702/memahami-perbedaan-angka-kemiskinan-versi-bank-dunia-dan-bps.html.

18. Hanitasari W. Hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue di desa Girimulyo Karanganyar [Skripsi]. Sukoharjo, Jawa Tengah: Universitas Veteran Bangun Nusantara; 2024. Available from URL: https://eprints.univetbantara.ac.id/id/eprint/236/

19. Fernandez DM, Larson JL, Zikmund-Fisher BJ. Associations between health literacy and preventive health behaviors among older adults: findings from the health and retirement study. BMC Public Health. 2016;16:596. doi:10.1186/s12889-016-3267-7

20. Harahap A. Hubungan karakteristik individu, faktor lingkungan dan perilaku dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Marulak Kota Tebing Tinggi [Skripsi]. Medan: Universitas Islam Negeri Sumatera Utara; 2021. Available from URL: http://repository.uinsu.ac.id/13420/

21. Sundell E, Wångdahl J, Grauman Å. Health literacy and digital health information-seeking behavior - a cross-sectional study among highly educated Swedes. BMC Public Health. 2022;22(1):2278. doi:10.1186/s12889-022-14751-z

22. Hendri J, Prasetyowati H, Hodijah DN, Sulaeman RP. Pengetahuan demam berdarah dengue pada siswa di berbagai level pendidikan wilayah Pangandaran. ASPIRATOR-Journal of Vector-Borne Disease Studies. 2020;12(1):55-64.

23. Wirantika WR, Susilowati Y. Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku siswa dengan persebaran demam berdarah dengue (DBD) di sekolah. Jurnal Health Sains. 2020;1(6):427-31. doi:10.46799/jhs.v1i6.62.

24. Mungall-Baldwin C. Women's participation in the prevention and control of dengue using environmental methods in the global south: a qualitative meta-synthesis. Int J Equity Health. 2022;21(1):140. doi:10.1186/s12939-022-01726-0

25. Gusmira E, Badariah B, Wahab W. Institusi kesehatan: kajian sarana dan prasarana pendukung kesetaraan gender. Kafa’ah: Journal of Gender Studies. 2021;11(1):1–15. doi:10.15548/jk.v11i1.368.

26. Weber AM, Cislaghi B, Meausoone V, et al. Gender norms and health: insights from global survey data. Lancet. 2019 Jun 15;393(10189):2455–68. doi:10.1016/S0140-6736(19)30765-2.

27. Phuyal P, Kramer IM, Kuch U, et al. The knowledge, attitude and practice of community people on dengue fever in Central Nepal: a cross-sectional study. BMC Infect Dis. 2022;22(1):454. doi:10.1186/s12879-022-07404-4

28. Hiller J, Schatz K, Drexler H. Gender influence on health and risk behavior in primary prevention: a systematic review. Z Gesundh Wiss. 2017;25(4):339-349. doi:10.1007/s10389-017-0798-z

29. Sukesi TW, Ambarwati VD. Analisis faktor risiko pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN-DBD) selama pandemi covid-19 di Wilayah Desa Caturtunggal Depok Sleman. Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan. 2022 Jan 30;3(1):1-9.

30. Fuadzy H, Widawati M, Astuti EP, et al. Risk factors associated with Dengue incidence in Bandung, Indonesia: a household based case-control study. Health Science Journal of Indonesia. 2020 Jun 29;11(1):45-51.

31. Arfan I, Rizky A, Hernawan AD. Factors associated with dengue fever prevention practices in endemic area. Int J Publ Health Sci. 2022 Dec 1;11(4):1184–9.

32. Nurwahidah N. Analisis faktor predisposing, enabling dan reinforcing dengan pelaksanaan peran kader dalam pencegahan stunting di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Maras: J Penelit Multidisiplin. 2025 Jan 5 [cited 2025 Aug 1];3(1):43–54. Available from: https://ejournal.lumbungpare.org/index.php/maras

33. Rinayu NP, Syuhada I, Wiwahani NM, Amartya AT, Mentari BF. Kesenjangan pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Cakranegara. 2025;4(4):1271–80. Available from: https://journal.literasisains.id/index.php/SEHATMAS

34. Seiler J, Libby TE, Jackson E, Lingappa JR, Evans WD. Social media-based interventions for health behavior change in low- and middle-income countries: systematic review. J Med Internet Res. 2022;24(4):e31889. doi:10.2196/31889.

Unduhan

Diterbitkan

31-12-2025

Cara Mengutip

1.
Pioh JR, Rombot DV, Porajow ZCJG. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah dengue di Kecamatan Malalayang Kota Manado. J Kedokt Komunitas Trop [Internet]. 31 Desember 2025 [dikutip 3 Februari 2026];13(2):717-26. Tersedia pada: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/JKKT/article/view/65670

Terbitan

Bagian

Penelitian

Artikel Serupa

<< < 6 7 8 9 10 11 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.