Penguatan Ekowisata Melalui Keterlibatan Masyarakat dan Strategi Keberlanjutan Lingkungan

Authors

  • Jessica Harry Dumumpe Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
  • Aditya Putra Pratama Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
  • Fabiola Baby Saroinsong Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
  • Martina Agustina Langi Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35791/agrirud.v7i3.64960

Keywords:

Ecotourism, Environmental sustainability, Community participation, Local development, Tourism village

Abstract

Ecotourism is a nature-based form of tourism that focuses on environmental conservation and improving local community welfare. This article highlights the crucial role of communities in developing sustainable ecotourism through a systematic review of publications from 2014–2024. The findings reveal that community involvement plays a strategic role in all stages of ecotourism management—from planning and implementation to evaluation. In rural Indonesia, ecotourism often serves as a primary or supplementary income source, especially for young people, through roles such as tour guides, homestay providers, boat operators, and environmental conservationists. Community participation is reflected through self-initiated actions, village deliberations, the establishment of Tourism Awareness Groups (Pokdarwis), youth enterprises, and local regulations supporting sustainable governance. For instance, the high participation rate in Pemuteran Village (77.67%) demonstrates collective awareness of environmental preservation as a foundation for economic resilience. However, challenges remain, including limited understanding of ecotourism’s economic benefits, inadequate infrastructure (especially homestays and sanitation), and low foreign language proficiency. The study concludes that the success of community-based ecotourism depends on capacity building, inclusive governance, and sufficient infrastructure to promote sustainable development and local environmental conservation.

References

Afdhal, A. 2023. Peran perempuan dalam perekonomian lokal melalui ekowisata di Maluku: Tinjauan sosio-ekologi dan sosio-ekonomi. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 5(2), 208-224.

Akib, H., Haedar, A. W., & Arhas, H. 2023. Pengembangan Desa Sadar Wisata Berbasis Digital Marketing di Kawasan Hutan Mangrove. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 257-263.

Al Fajar, A. H., Najamudin, F., Mushonif, M., & Khuluq, L. 2024. Ekowisata Sebagai Alat Pemberdayaan Masyarakat Nologaten. Journal of Tourism and Creativity, 8(2), 190-197.

Ardiansyah, M., Ramadhan, M. A., & Widodo, E. 2023. Ekowisata dan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan hutan. Biodiversitas, 24(3), 191-200.

Dwiyasa, I. B. P., & Citra, I. P. A. 2014. Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Ekowisata Di Desa Pemuteran. Media Komunikasi Geografi, 15(2).

Fitriani, E., Selinaswati, S., & Mardhiah, D. 2017. Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Ekowisata Sungai Pinang. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 4(2), 83-95.

Fitriani, N., Fathurrahim, F., & Martayadi, U. 2024. Partisipasi Masyarakat Dalam Mengembangkan Daya Tarik Ekowisata Mangrove Bagek Kembar di Desa Cendi Manik Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat. Journal Of Responsible Tourism, 4(2), 567-572.

Handayani, E. A., Sugiarti, A., & Burhani, S. 2023. Partisipasi Masyarakat dalam Mendukung Konservasi Ekosistem Mangrove di Kawasan Ekowisata Luppung, Kabupaten Bulukumba. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 18(1), 15-23.

Handayani, K., Sulistyadi, Y., & Hasibuan, B. 2022. Optimalisasi Implementasi Prinsip-Prinsip Ekowisata Berbasis Masyarakat di Pulau Wangi-Wangi. Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) (Vol. 1, pp. 7-29).

Ibramsyah, A. R., & Samadi, S. 2024. Potensi Ekowisata dan Nilai Konservasi Kawasan Mangrove Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Jurnal Geografi.

Kaharuddin, K., Pudyatmoko, S., Fandeli, C., & Martani, W. 2020. Partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan ekowisata. Jurnal Ilmu Kehutanan, 14(1), 42-54.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 2021. Peraturan Menteri Parekraf Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Kumar, S., Hasija, N., Kumar, V., & Sageena, G. 2023. Ecotourism: a holistic assessment of environmental and socioeconomic effects towards sustainable development. Current World Environment, 18(2), 589.

Murti, A., & Kusuma, A. D. A. 2023. Kecakapan Berbahasa Inggris Serta Keterlibatan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Ekowisata Pancoh. Khasanah Ilmu-Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 14(1), 21-29.

Ramadani, M. R., & Mayarni, M. 2021. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Kepariwisataaan Kelurahan Agrowisata Di Kota Pekanbaru. PUBLIKA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 7(2), 214-226.

Samehe, J. V., & Kindangen, P. 2015. Persepsi wisatawan mancanegara dan kunjungan wisata di kota manado sebagai destinasi ekowisata. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 15(5).

Sukandar, M., & Kinseng, R. A. 2021. Hubungan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata dengan penguasaan livelihood assets. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 5(6), 757-767.

Susanto, E., Zuhri, M. T., & Muwuri, K. 2019. Konsep pengembangan Desa Ekowisata Pampang berbasis partisipasi masyarakat. Kritis, 28(2), 149-161.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Dumumpe, J. H., Pratama, A. P., Saroinsong, F. B., & Langi, M. A. (2025). Penguatan Ekowisata Melalui Keterlibatan Masyarakat dan Strategi Keberlanjutan Lingkungan. Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis Dan Pengembangan Pedesaan), 7(3), 295–306. https://doi.org/10.35791/agrirud.v7i3.64960

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.