Struktur Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Nilam dan Pengolahan Nilam di Desa Raraatean Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan

Authors

  • Kresentia Gabigael Afni Manorek Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
  • Noortje Marsellanie Benu Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia
  • Agnes Estephina Loho Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35791/agrirud.v7i4.65831

Keywords:

Production Costs, Income, Patchuli Farming, Patchuli Oil

Abstract

Patchouli is a plant that produces essential oils with high economic value and is widely used in various industries, such as perfume, cosmetics, food, and pharmaceuticals. This plant is widely cultivated by the people of Raraatean Village, Tompaso Baru District, South Minahasa Regency. This study aims to analyze the production cost structure and income of patchouli farming and processing in Raraatean Village, Tompaso Baru District, South Minahasa Regency. This study was conducted over two months, from May to June 2025. Data collection was conducted through direct interviews with patchouli farmers. Data analysis used cost analysis based on processing and income structure, calculating total costs incurred by farmers, income received by farmers, and a R/C ratio analysis. At each stage of the patchouli farming business, variable costs dominated compared to fixed costs. The cultivation stage recorded the highest variable costs at Rp 8,998,355, followed by post-harvest at Rp 8,940,713, and preparation at Rp 8,940,713. The highest cost was Rp 8,014,285, with the lowest being the harvest cost of Rp 5,627,141. Fixed costs at all stages were relatively small, with the highest value at Rp 111,667 in the preparation stage and the lowest at Rp 12,500 in the harvest stage. The average production cost per farmer, with an average number of plants of 13,357, was Rp 31,560,560, with an average revenue of Rp 67,857,142 and a net income of Rp 36,296,226. The R/C ratio of 2.15 indicates that for every Rp 1 of costs incurred, revenue of Rp 2.15 is generated, making patchouli farming and processing a profitable and viable business.

References

Akhmad, C., & Haasler, B. 2016. Panduan Budidaya Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dan Produksi Minyak Atsiri. Palembang: Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK)

Arizona, M. N. H., & Lamusa, A. (2016). Analisis Pendapatan Industri Rumah Tangga Penyulingan Minyak Daun Cengkeh Di Desa Palau Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala. AGROTEKBIS: JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal), 4(4), 461-467.Ditjen Perkebunan. 2019. Statistika Perkebunan Indonesia Nilam 2018–2020. 24.

Ditjenbun.balittro.pertanian. 2010. Harumnya nilam primadona dunia.

https://ditjenbun.pertanian.go.id/harumnya-nilam-primadona-dunia/, di akses 15 Maret 2024.

Effendy, E., R. Romano & S. Safrida. 2019. Analisis struktur biaya produksi dan kesenjangan pendapatan petani akibat fluktuasi harga minyak nilam. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 3(2): 360–374. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2019.003.02.12.

ERDI, O. P. 2022. Analisis kelayakan usaha tani tanaman nilam di Desa Burana Kecamatan Tabulaha Kabupaten Mamasa (Skripsi). Universitas Sulawesi Barat Majene

Faizin, R. 2018. Pengaruh jenis stek dan konsentrasi zat pengatur tumbuh growtone terhadap pertumbuhan tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.). Jurnal Agrotek Lestari, 2(1): 39–50.

Hidayat, L. & Halim, S. 2013. Analisis biaya produksi dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 1(2): 159–168. https://doi.org/10.37641/jimkes.v1i2.263.

Juniardi, M. T. H., M. Antara & Hadayani. 2015. Analisis produksi nilam dan nilai tambah penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako, 4(2): 68–78.

https://ejournal.unib.ac.id/index.php/agrisep/article/view/5568?utm_source=chatgpt.com

Kementerian Pertanian RI. 2024. Outlook Komoditas Perkebunan: Nilam Tahun 2024. Sekretariat Jenderal, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. e-Publikasi: 90 halaman. Tanggal publikasi: 30 September 2024. Nomor ISSN: 1907-1507

https://satudata.pertanian.go.id/details/publikasi/697?utm_source=chatgpt.com

Kurnia, D. 2013. Analisis usahatani nilam di Kanagarian Kajai Kabupaten Pasaman Barat [Skripsi]. Universitas Andalas. Padang. http://scholar.unand.ac.id/2249/, di akses pada 30 Maret 2023.

Luntungan, A. Y. 2019. Analisis tingkat pendapatan usaha tani tomat apel di Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah, 17(1). doi:10.35794/jpekd.23426.17.1.2015. https://ejournal.unsrat.ac.id/v2/index.php/jpekd/article/view/23426/0?utm_source=chatgpt.com

Ma’mun. 2011. Pasca panen nilam. Bunga Rampai Nilam; Status Teknologi dan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Deptan. Bogor.

Onibala, S. A. Y., M. Y. Memah & N. M. Benu. 2025. Analisis pendapatan usahatani dan pengolahan tanaman nilam di Desa Tompasobaru Dua Kecamatan Tompasobaru Kabupaten Minahasa Selatan. Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Pedesaan), 7(1): 59–68. https://doi.org/10.35791/agrirud.v7i1.59412.

Ramadhan, A.; Rahim, R. & Utami, N. N. 2023. Teori Pendapatan (Studi Kasus: Pendapatan Petani Desa Medan Krio). Klaten, Jawa Tengah: Tahta Media Group. Cetakan Pertama, Maret 2023. viii + 55 hlm; 15,5 × 23 cm; ISBN 978-623-8192-42-7. Diakses pada 13 Agustus 2025, https://tahtamedia.co.id/index.php/issj/article/view/144.

Smis, S. J. W., M. Ilham & A. Igo. 2023. Analisis pendapatan petani nilam di Desa Wasuamba Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton. Jurnal Online Program Studi Pendidikan Ekonomi, 8(1): 226–236. https://doi.org/10.36709/jopspe.v8i1.87.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Jakarta. UI-Press

Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Suratiyah. 2015. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Yuhono, J. T. & S. Suhiran. 2007. Strategi peningkatan rendemen dan mutu minyak dalam agribisnis nilam. Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Perkembangan Teknologi Tanaman Rempah dan Obat, XIX(1): 30–43

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Manorek, K. G. A., Benu, N. M., & Loho , A. E. (2025). Struktur Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Nilam dan Pengolahan Nilam di Desa Raraatean Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan. Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis Dan Pengembangan Pedesaan), 7(4), 355–366. https://doi.org/10.35791/agrirud.v7i4.65831

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.