Pelatihan Pemisahan Kromosom X dan Y Spermatozoa Sapi pada Peternak Sapi untuk Penentuan Jenis Kelamin Sapi pada Tahapan Inseminasi Buatan di Kelurahan Talete Satu Kota Tomohon
DOI:
https://doi.org/10.35799/bioreact.v1i1.65127Keywords:
Sexing, Spermatozoa Sapi, Jenis kelaminAbstract
Selama ini kelemahan umum yang dijumpai di kalangan masyarakat dalam pengelolaan ternak sapi adalah reproduksi dilaksanakan secara manual. Dampak dari pengembangan ternak, jika hanya melaksanakan reproduksi sapi secara manual adalah, peningkatan produkksi terbatas, jenis kelamin anak sapi yang dilahirkan tidak dapat dikendalikan. Pemisahan kromosom X dan Y spermatozoa yang dikenal dengan sexing dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode sentrifugasi gradien densitas percoll (SGDP). Keuntungan penggunaan metode SGDP selain mudah dilaksanakan dan dapat diaplikasikan, juga merupakan metode yang valid dan menekan biaya (murah). Tujuan Pelatihan Pemisahan Kromosom X dan Y Spermatozoa Sapi pada Peternak Sapi untuk Penentuan Jenis Kelamin Sapi pada Tahapan Inseminasi Buatan, adalah meningkatkan populasi sapi sesuai jenis kelamin anak yang diharapkan, meningkatkan jumlah kelahiran dan mutu pedet berjenis kelamin yang diharapkan, meningkatkan persediaan calon induk replacement, meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternakan sapi dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak sapi dari hasil penerapan penggunaan semen sexing-sperm. Metode yang digunakan penyuluhan penerapan dan pelatihan pengenalan dan peragaan teknologi penerapan sexing menggunakan semen serta pelatihan berupa teknik sexing. Mitra yang dirangkul dalam kegiatan ini adalah peternak sapi di Kelurahan Talete Satu Kota Tomohon. Hasil pelatihan adalah, peserta memahami Pemisahan Kromosom X dan Y Spermatozoa Sapi pada Peternak Sapi untuk Penentuan Jenis Kelamin Sapi pada Tahapan Inseminasi Buatan, Juga memberikan dampak jangka panjang dari segi keberlanjutan reproduksi sapi. Dengan memanfaatkan sapi yang diternak, para peternak tidak hanya bisa mengurangi ketergantungan pada perkawinan sapi secara alamiah, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi produk lokal