Penerapan Mengunyah Permen Karet Xylitol Dalam Manajemen Hipervolemia Pada Pasien Sindrom Nefrotik Di Ruangan Irina E Atas RSUP. Prof Dr. R. D. Kandou Manado
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Pendahuluan: Sindrom nefrotik (SN) terjadi ketika glomerulus mengalami kerusakan dan kebocoran protein berlebihan dari darah ke urin. Gejala paling umum ditemui pada anak yaitu edema anasarka. Tatalaksana hipervolemia dapat dilakukan dengan membatasi asupan cairan untuk mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh yang dapat menyebabkan rasa haus akibat penurunan produksi air liur. Intervensi mengunyah permen karet xylitol merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa haus. Tujuan: Menganalisis penerapan mengunyah permen karet xylitol sebagai upaya membantu mengurangi rasa haus pada anak dengan SN. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan pada anak dengan SN diruangan irina E Atas RSUP Prof Dr. R. D. Kandou selama 3 hari dengan memberikan permen karet xylitol Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat haus yaitu Thirst Distress Scale (TDS). Hasil: Intervensi yang dilakukan selama 3 hari didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan rasa haus dari haus berat menjadi haus ringan. Pada hari pertama keseimbangan cairan belum terpenuhi karena pasien masih mengonsumsi cairan yang lebih banyak dari anjuran yang telah ditetapkan. Sementara pada hari kedua dan ketiga intervensi pasien sudah mampu mengontrol rasa haus sehingga pasien sudah mengonsumsi cairan sesuai dengan anjuran medis. Kesimpulan: Intervensi mengunyah permen karet xylitol menunjukan hasil yang baik dimana terjadi penurunan tingkat haus pada pasien selama 3 hari pelaksanaan intervensi.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
