Penerapan Pijat Tuina Pada Keluarga Anak Usia Sekolah Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Lingkungan II Desa Tongkaina Kec.Bunaken
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Latar Belakang: Anak usia sekolah merupakananak yang memasuki usia kisaran 6 sampai 12 tahun dan menjadi salah satu kelompok anakyang rentan dengan terjadinya masalah gizi. Dalam kondisi ini anak harus mendapatkanmakanan yang bergizi untuk mendukungproses pertumbuhannya, maka untuk dapatmengoptimalkan aktivitas anak usia sekolahperlu di dukung dengan pemenuhan gizi yang baik. Tujuan: Untuk memaparkan hasilpraktik berupa asuhan keperawatan pada keluarga dengan tahap perkembangan anakusia sekolah dengan pendekatan edukasikesehatan dan demonstrasi. Metode:Laporan kasus, penulis mengambil satukeluarga binaan dengan tahap perkembangananak usia sekolah di lingkungan 2 Tongkainakecamatan Bunaken dengan memberikanintervensi edukasi pemberian makanantambahan dalam upaya perbaikan gizi dan demonstrasi pijat tuina. Hasil : Setelahpemberian intervensi edukasi kesehatantentang pemberian makanan tambahandalam upaya perbaikan gizi keluarga sudahdapat memahami dan mengerti pentingnyagizi pada anak usia sekolah, adanyapeningkatan nafsu makan, namun secarapemenuhan porsi makan dan jenis makananbelum terpenuhi. Dan keluarga mengalamipeningkatan tingkat kemandirian keluarga(KM I menjadi KM II). Kesimpulan: Pemberianintevensi edukasi kesehatan tentangpemberian makanan tambahan dalam upayaperbaikan gizi dan demonstrasi pijat tuinabermanfaat karena bisa menambah wawasandan pengetahuan dari keluarga dalammengatasi masalah kesehatan sehingga status kesehatan keluarga dapat meningkat.
Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Demonstrasi, Edukasi Kesehatan, Keluarga
##plugins.themes.academic_pro.article.details##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
