RELOKASI PASAR TRADISIONAL BAHU DI MANADO. Arsitektur Ekologi

Authors

  • Julio R. Kakase
  • Cynthia E. V. Wuisang
  • Ricky M. S. Lakat

DOI:

https://doi.org/10.35793/daseng.v7i2.21301

Abstract

Salah satu pusat kegiatan yang banyak menarik pergerakan masyarakat Kota Manado adalah Pasar Tradisional Bahu. Kemacetan yang terjadi di daerah Malalayang Satu merupakan salah satu masalah yang diakibatkan oleh kegiatan yang terjadi di Pasar Tradisional Bahu. Hal ini dikarenakan aktivitasnya sering tumpah dan memenuhi bahu jalan, sehingga menjadi penyumbang penumpukan kendaraan bermotor dari dan menuju Malalayang.Tidak adanya fasilitas pendukung, seperti parkiran di pasar ini membuat banyak pengunjung yang memarkirkan kendaraan dengan sembarangan di sisi badan jalan pasar, juga trotoar. Bukan hanya itu, tidak tertatanya para pedagang membuat pemandangan pasar ini sangat buruk. Maka perlunya dilakukan Relokasi Pasar Tradisional Bahu dengan perencanaan penataan kembali pasar. sebagai pendukung kegiatan di dalamnya menggunakan Tema “Arsitektur Ekologi†karena objek perancangan berkaitan dengan kenyamanan seseorang baik dengan ruangan maupun kenyamanan yang diberikan objek terhadap lingkungan yang ada disekitarnya.

 

Kata kunci: Pasar Tradisional Bahu, Relokasi, Arsitektur Ekologi.

Downloads

Published

2018-10-23