SPORT CENTER DI MINAHASA TENGGARA. Arsitektur Metafora

Authors

  • Agrendi A. C. Wojongan
  • Dwight M. Rondonuwu
  • Herry Kapugu

DOI:

https://doi.org/10.35793/daseng.v8i2.25585

Abstract

Sport Center merupakan Fasilitas olahraga terpadu yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Di Kabupaten Minahasa Tenggara, fasilitas untuk menampung kegiatan olahraga belum  terfasilitasi dengan baik dan representatif. Menurunnya tingkat kenyaman dalam beberapa fasilitas olahraga menjadi alasan utama pengadaan  fasilitas olahraga terpadu di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan Perancangan objek ini adalah untuk menyediakan wadah yang representatif untuk menunjang kegiatan olahraga bagi masyarakat umum dan atlit baik untuk berlatih maupun untuk penyelenggaraan event – event olahraga dalam skala kabupaten.Proses perancangan  menggunakan metode perancangan menurut teori John Zeizel, dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta   pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya.. Bangunan disampaikan dengan tampilan Arsitektur Metafora  untuk memberikan kesan menonjol pada bentuk bangunan. Metafora diterapkan pada dua massa bangunan yaitu pada massa utama (sport hall) yang menggunakan bentukan kepala burung manguni sebagai simbol budaya di kabupaten Minahasa Tenggara dan menggunakan penggunaan metafora konkrit atau tangible metaphor dan aquatic center menggunakan bentukan sifat air yaitu gelombang yang diterapkan pada atap bangunan sebagai visualisasi metafora abstrak atau intangible metaphor.

Kata Kunci :    Sport Center, Arsitektur Metafora, Kabupaten Minahasa Tenggara

Downloads

Published

2019-10-15