PUSAT KOMUNITAS INTER-RELIGI di TOMOHON
Arsitektur Simbolis
Abstract
Perancangan Pusat Komunitas Inter-Religi di Kota Tomohon merupakan respon terhadap pentingnya ruang bersama yang mengakomodasi kebutuhan spiritual dan sosial masyarakat majemuk. Sebagai kota yang dikenal akan kerukunan antarumat beragama, Tomohon dipilih sebagai lokasi strategis untuk menghadirkan fasilitas yang memungkinkan enam agama yang diakui di Indonesia Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu—memiliki ruang ibadah masing-masing dalam satu kawasan yang terintegrasi. Pendekatan arsitektur simbolis digunakan sebagai landasan desain, dengan menghadirkan elemen-elemen bentuk, ruang, dan ornamen yang merepresentasikan nilai-nilai dari tiap keyakinan secara setara namun tetap harmonis secara visual dan fungsi. Tidak hanya sebagai tempat peribadatan, pusat ini juga dirancang sebagai ruang perjumpaan dan dialog, dengan fasilitas penunjang seperti taman refleksi, ruang diskusi lintas agama, galeri toleransi, dan area edukatif terbuka. Rancangan juga mempertimbangkan kearifan lokal Minahasa serta karakter iklim tropis basah di Tomohon, guna menciptakan lingkungan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Proyek ini diharapkan menjadi simbol arsitektural bagi persatuan dalam keberagaman serta wujud nyata nilai toleransi dalam ruang fisik.
Kata Kunci : Tomohon, Inter-Religi, Arsitektur Simbolis
