AGROWISATA RESORT DI TOMOHON
Arsitektur Biomimesis
DOI:
https://doi.org/10.35793/daseng.v14i3.66241Abstract
Bidang pariwisata yang ditujukan sebagai kegiatan perekonomian sudah menjadi andalan untuk pengembangan bagi sejumlah negara, terlebih bagi negara yang memiliki daya tarik wisata yang cukup besar, seperti banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat. Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa pariwisata ialah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut dan diapit oleh dua gunung berapi aktif membuat lokasi Tomohon memiliki suhu dan kondisi tanah yang sangat baik. Lahan yang banyak digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam dengan hasil tanaman sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Puncak Wawo yang berada di Kelurahan Matani Dua, Tomohon Tengah memiliki potensi alam yang baik untuk dikembangangkan. Suhu udara yang sangat baik untuk digunakan sebagai lahan bercocok tanam, juga letak daerah yang cukup jauh dari pusat kota membuat daerah ini memiki tingkat kebisingan yang sangat rendah. Hal ini sangat baik untuk dikembangkan di bidang pariwisata. Dengan adanya perancangan Agrowisata Resort di Tomohon, maka keberlanjutan teknis dan ekologis lingkungan dapat dimaksimalkan. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur biomimesis, perancangan akan tepat sasaran dalam menghasilkan sebuah agrowisata resort. Desain resort yang berkonsep menyatu dengan alam dan menciptakan bangunan dengan tema arsitektur biomimesis sangat tepat untuk daerah Tomohon Tengah.
Kata Kunci: Agrowisata, Resort, Arsitektur Biomimesis.
