Hubungan Fibronektin Serum dengan Tingkat Kesadaran Menurut Klasifikasi CT-Marshall pada Pasien Cedera Otak Sedang dan Berat akibat Trauma

Authors

  • Diornald J. Mogi Universitas Sam Ratulangi
  • Eko Prasetyo Universitas Sam Ratulangi
  • Maximillian Ch. Oley Universitas Sam Ratulangi
  • Ferdinan Tjungkagi Universitas Sam Ratulangi
  • Yovanka N. Manuhutu Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v11i3.46563

Abstract

Abstract: Traumatic brain injury (COT) is the main cause of brain damage in the young and productive age generations. Although there is no accurate biological markers for detecting brain damages so far, many studies about fibronectin have been reported as a promising biological marker. This study aimed to obtain the relationship between serum fibronectin and level of consciousness based on CT-Marshal in patients with moderate and severe COT. This was an observational and analytical study with a cross-sectional design. Samples that met the study criteria were taken sequentially from the study hospital without differentiating exposure status (serum fibronectin levels) or outcome (CT-Marshall category). The regression test on the main variable serum fibronectin levels with awareness using the CT-Marshall category was carried out and showed significant relationship between serum fibronectin level and the patient's CT-Marshall category. The higher the serum fibronectin level, the higher the patient's CT-Marshall category which meant that a patient had a degree of severity and poor consciousness. In conclusion, there is a significant relationship between serum fibronectin level and level of consciousness based on the CT-Marshall category in traumatic brain injury patients.

Keywords: traumatic brain injury; biological markers; fibronectin; level of consciousnes

                                                                                                             

Abstrak: Cedera otak akibat trauma (COT) merupakan penyebab utama kerusakan otak pada generasi muda dan usia produktif. Saat ini, belum terdapat penanda biologis yang akurat untuk mendeteksi kerusakan otak traumatik ataupun menilai prognosis terkait kerusakan otak traumatik namun perhatian terhadap penanda biologis telah meningkat akhir-akhir ini yaitu antara lain fibronektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fibronektin serum dengan tingkat kesadaran menurut klasifikasi CT-Marshall pada pasien COT sedang dan berat. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel yang memenuhi kriteria penelitian diambil berurutan dari rumah sakit tempat penelitian tanpa membedakan status paparan (kadar fibronektin serum) ataupun luaran (kategori CT-Marshall). Pengambilan data dilakukan hanya sekali untuk keseluruhan variabel selama masa pengumpulan data. Hasil uji regresi terhadap kadar fibronektin serum dengan kesadaran menggunakan kategori CT-Marshall mendapatkan adanya hubungan bermakna yaitu semakin tinggi kadar fibronektin serum, semakin tinggi pula kategori CT-Marshall pasien yang berarti pasien memiliki derajat keparahan dan kondisi kesadaran yang buruk. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara kadar fibronektin serum terhadap kesadaran menggunakan kategori CT-Marshall pada pasien cedera otak traumatik.

Kata kunci: cedera otak akibat trauma; penanda biologis; fibronektin; tingkat kesadaran

Author Biographies

Diornald J. Mogi, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Eko Prasetyo, Universitas Sam Ratulangi

Divisi Bedah Saraf Bagian Ilmu Bedah Universitas Sam Ratulangi - RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

Maximillian Ch. Oley, Universitas Sam Ratulangi

Divisi Bedah Saraf Bagian Ilmu Bedah Universitas Sam Ratulangi - RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

Ferdinan Tjungkagi, Universitas Sam Ratulangi

Divisi Bedah SarafBagian Ilmu Bedah Universitas Sam Ratulangi -RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

Yovanka N. Manuhutu, Universitas Sam Ratulangi

Divisi Bedah SarafBagian Ilmu Bedah Universitas Sam Ratulangi -RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Indonesia

References

Japardi I. Cedera Kepala. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer; 2004. p. 87-91.

Raj R. Prognostic models in traumatic brain injury. Helsinki: University of Helsinki;2014. p. 20.

Megasari PN. Polri Catat 6.707 Kasus Kecelakaan Sepanjang 2022, 452 Orang Tewas. detikNews Senin, 03 Okt 2022 09:21 WIB. Available from: https://news.detik.com/berita/d-6325521/polri-catat-6707-kasus-kecelakaan-sepanjang-2022-452-orang-tewas.

Rogers SL, Letourneau PC, Pech IV. The role of fibronectin in neural development. Dev Neurosci. 1989; 11(4–5):248–65.

Norton J, Barie PS. Surgery Basic Science and Clinical Evidence (2nd ed). New York: Springer; 2008. p. 461.

Kraus JF, McArthur DL. Epidemiology of brain injury. In: Neurology and Trauma. United states: Mc Graw Hill Co; 1996. p. 2-18.

Schmidt OI, Infanger M, Heyde CE, Ertel W, Stahel PF. The role of neuroinflammation in traumatic brain injury. Eur J Trauma. 2004;30(3):135-49.

Yang CJ, Candelario-Jalil E. Role of matrix metalloproteinases in brain edema (Chapter 11). In: Brain Edema: From Molecular Mechanisms to Clinical Practice. Elsevier; 2017. p. 199–215.

Lodish HF, editor. Molecular Cell Biology (4th ed). New York: W.H. Freeman; 2000. p. 1084.

George N, Geller HM. Extracellular matrix and traumatic brain injury. J Neuro Res. 2018;96(4):573–88.

Budiarsa IK, Susilawathi NM, Yaputra F, Widyadharma IPE. Sawar otak. Call Neuro J. 2019;2(1):14–8.

Agrawal A, Galwankar S, Kapil V, Coronado V, Basavaraju SV, McGuire LC, et al. Epidemiology and clinical characteristics of traumatic brain injuries in a rural setting in Maharashtra, India. Int J Crit Illn Inj Sci. 2012;2(30;167-71. Doi: 10.4103/2229-5151.100915

Matoha J, Prasetyo E, Oley MC. Hubungan antara skala skor FOUR dan CT Marshall dengan penilaian GCS pada penderita cedera otak akibat trauma Jurnal Biomedik (JBM). 2016;8(3):192-6.

Sudarsono F, Prasetyo E, Oley MC, Langi FLFG. Hubungan kadar laminin serum dengan klasifikasi CT Marshall dan GCS pada pasien cedera otak akibat trauma. e-CliniC. 2021;9(1):238-42.

Kurniawan MO, Prasetyo E, Oley MC. Hubungan kadar interleukin 10 serum dan klasifikasi CT Marshall pada pasien cedera otak berat akibat trauma, Jurnal Biomedik (JBM). 2019;11(2):97-103.

Tri AA, Sudjito MH. Kerusakan barier pertahanan alamiah: sawar darah otak. JNI. 2015;4(1):50–60.

Zhao Q-J, Zhang X-G, Wang L-X. Mild hypothermia therapy reduces blood glucose and lactate and improves neurologic outcomes in patients with severe traumatic brain injury. J Crit Care. 2011; 26(3):311–5.

Downloads

Published

2023-07-13

How to Cite

Mogi, D. J., Prasetyo, E., Oley, M. C., Tjungkagi, F., & Manuhutu, Y. N. (2023). Hubungan Fibronektin Serum dengan Tingkat Kesadaran Menurut Klasifikasi CT-Marshall pada Pasien Cedera Otak Sedang dan Berat akibat Trauma. E-CliniC, 11(3), 316–321. https://doi.org/10.35790/ecl.v11i3.46563

Issue

Section

Articles