KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK DI BLU RSU PROF. Dr. R.D. KANDOU

Authors

  • Richard Simon Ratanna Universitas Sam Ratulangi
  • Laya M. Rares Universitas Sam Ratulangi
  • J. S. M. Saerang Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v2i2.5102

Abstract

Abstract: The vision is one very important factor in all aspects of life. Hypermetropia is refractive disorders found in most newborns, where the eyeball is too short so that the eyes of infants and children is the hypermetropia of 2-3 diopters, which will increase in the first few years but will be gradually reduced until the age of adolescence into emetrop. This study aims to determine the refractive  disorders in children at Eye Polyclinic BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Method: This is a descriptive retrospective study by looking at the medical record data at Eyes Polyclinic BLU RSU  Prof. Dr. R.D. Kandou Manado period June 2010 – June 2012. Results: The result show as much as 40,49% in male patients and 59,51% in women. In the age group 10-14 year is the most common age group was found that as many as 64,41% and least in age group 1-4 year is 0,62%. Refractive disorders most frequently found is 71,78% myopia. Conclusion: The results of the distribution of refractive disorders in children BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, found 163 patient with refractive disorders in children, in which sufferers are women more found by 97 patients. Based on age, in the age group 10-14 years as many as 105 people. Refractive disorders in children are most commonly found are myopia, as many as 117 people.

Keywords: refractive disorders, child.

 

 

Abstrak: Penglihatan adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam seluruh aspekkehidupan. Hipermetropia merupakan kelainan refraksi yang terdapat pada sebagian bayi baru lahir, dimana bola matanya terlalu pendek sehingga mata bayi dan anak-anak adalah hipermetropia yaitu sebesar 2-3 dioptri, yang akan bertambah pada tahun-tahun pertama namun akan berangsur-angsur berkurang hingga pada usia remaja menjadi emetrop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelainan refraksi pada anak di Poliklinik Mata BLU RSU Prof. Dr. R.D.Kandou Manado. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan cara melihat data rekam medik di Poliklinik Mata BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Juni 2010 – Juni 2012. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,49% pada penderita laki-laki, dan pada perempuan 59,51%. Kelompok umur 10-14 tahun merupakan kelompok umur tersering ditemukan yaitu sebanyak 64,41% dan paling sedikit pada golongan umur1-4 tahun sebanyak 0,62%. Kelainan refraksi yang paling sering ditemukan adalah miopia 71,78%. Simpulan: Hasil distribusi kelainan refraksi pada anak di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, didapatkan 163 penderita kelainan refraksi pada  anak, dimana penderita perempuan lebih banyak ditemukan yaitu sebanyak 97 penderita. Berdasarkan Umur, pada kelompok umur 10-14 tahun sebanyak 105 penderita.  Kelainan refraksi pada anak yang paling sering ditemukan adalah miopia, yaitu sebanyak 117 penderita.

Kata kunci: kelainan refraksi, anak.

Author Biographies

Richard Simon Ratanna, Universitas Sam Ratulangi

Kandidat Skripsi FK Unsrat

Laya M. Rares, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unsrat

J. S. M. Saerang, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK Unsrat

Downloads

How to Cite

Ratanna, R. S., Rares, L. M., & Saerang, J. S. M. (2014). KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK DI BLU RSU PROF. Dr. R.D. KANDOU. E-CliniC, 2(2). https://doi.org/10.35790/ecl.v2i2.5102