HUBUNGAN PRODUK Ca x P DENGAN KADAR C-TERMINAL CROSS LINKING TELOPEPTIDE TYPE I COLLAGEN PADA SUBJEK PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA RUTIN

Authors

  • Agung Pratama Universitas Sam Ratulangi
  • Emma Sy. Moeis Universitas Sam Ratulangi
  • Veny Mandang Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v2i3.5744

Abstract

Abstrak: Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan yang telah mencakup seluruh masyarakat dunia dan berdampak pada jutaan orang dari seluruh ras dan etnis yang terjadi ketika kondisi fungsi ginjal mengalami gangguan dan hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang umum dilakukan. Ketidakseimbangan elektrolit (kalsium dan fosfat) di dalam tubuh akan berlangsung terus menerus dan irreversible pada PGK. CTX adalah biomarker serum yang digunakan untuk mengukur tingkat regenerasi tulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan produk Ca x P dengan kadar CTX pada subjek PGK yang menjalani hemodialisis rutin. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif/analitik dengan rancangan potong lintang. Data diolah dengan cara disusun dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil: Dari penelitian ini tampak bahwa seluruh responden memiliki kadar CTX lebih diatas normal yaitu sebanyak 20 orang (100 %). Pada frekuensi hemodialisa yang dilakukan antara 192 – 239 x dan 288 – 335 x paling banyak ditemukan masing-masing sebanyak 6 orang (30%) dan pada frekuensi hemodialisa yang dilakukan antara 240 – 287 x sebanyak 5 orang (25%) diikuti frekuensi HD > 336 x sebanyak 3 orang (15%) yang terdiri dari 1 laki-laki (5%) dan 2 perempuan (10%). Simpulan: Rata-rata nilai serum kalsium pada subjek penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin adalah 7,96 mg/dl. Rata-rata nilai serum fosfat pada subjek penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis rutin adalah 7,26 mg/dl. Terdapat hubungan positif hasil produk CaP dengan kadar CTX, walaupun secara statistik tidak bermakna.

Kata kunci: Kalsium serum, Fosfat serum, CTX, PGK, Hemodialisis

 

 

Abstract: Chronic kidney disease (CKD) is a health concern that covered everyone in the world and affected millions of people from various race and ethnics in which the kidney did not functioning properly thus hemodialysis is a kidney replacement therapy which often performed. There will always be electrolite imbalance (Calcium and phosphat) in the body and this is irreversible in CKD. CTX is a serum biomarker that has been used to measure bone regeneration rate. Objectives: This study aims to asses the relation between Ca x P product and CTX level on CKD subjects who undergo routine hemodialysis. Methods: This study is a descriptive/ analysis study using a cross link design. Data processing was done by using table and charts. Results: From this study we found that all of the respondent who have an above normal CTX level are 20 people (100%). Hemodialysis frequency that have been done is between 192-239 times and 288-335 times which is the most frequent among 6 people (30%) and on hemodialysis frequency that have been done between 240-287 times on 5 people (25) followed by HD frequency >336 times on 3 people (15%); 1 male (5%) and 2 female (10%). Conclusions: The value of mean calcium serum on subjects with CKD who undergo routine hemodialysis is 7,96 mg/dL. Value of mean phosphat serum on subjects with CKD who undergo routine hemodialysis is 7,26 mg/dL. We found that there is a positive relationship between CaP product and CTX level, although not significant statistically.

Keywords: serum calcium, serum phosphat, CTX, CKD, hemodialysis

Author Biographies

Agung Pratama, Universitas Sam Ratulangi

Kandidat Skripsi FK Unsrat

Emma Sy. Moeis, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unsrat

Veny Mandang, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unsrat

Downloads

How to Cite

Pratama, A., Moeis, E. S., & Mandang, V. (2014). HUBUNGAN PRODUK Ca x P DENGAN KADAR C-TERMINAL CROSS LINKING TELOPEPTIDE TYPE I COLLAGEN PADA SUBJEK PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA RUTIN. E-CliniC, 2(3). https://doi.org/10.35790/ecl.v2i3.5744