Hubungan Penggunaan Gawai dengan Kejadian Sindroma Mata Kering pada Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.35790/ecl.v13i1.60615Abstract
Abstract: Gadgets have become a fundamental necessity in contemporary human life, especially for students to aid in their educational process. Uncontrolled gadget usage can lead to detrimental health effects, particularly in the eyes, such as decreased blinking reflex, resulting in increased evaporation and dry eye syndrome. This study aimed to evaluate the relationship between gadget usage and dry eye syndrome among students. This was an analytical and observational with a cross-sectional design, using simple random sampling. Samples were 193 students of the Department of Informatics Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sam Ratulangi. Data were analyzed using the Spearman correlation test with a significance level of 0.05. The results showed that of the three categories, there were only respondents with high gadget usage (22.8%) and moderate gadget usage (77.2%). Based on OSDI, 5.2% of respondents were categorized as moderate and 94.8% as poor. The Spearman correlation test obtained a p-value of 0.011 (<0.05) and r = 0.182, indicating a significant relationship between gadget usage and dry eye syndrome with a positive and very weak correlation. In conclusion, there is a significant correlation between gadget usage and the incidence of dry eye syndrome among students at the Faculty of Engineering, Department of Informatics Engineering at Universitas Sam Ratulangi. The higher the gadget usage, the higher the risk of dry eye syndrome.
Keywords: gadget usage; dry eye syndrome
Abstrak: Gawai menjadi salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia saat ini, terlebih bagi mahasiswa untuk membantu proses pendidikan. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan, salah satunya pada mata, yaitu terjadinya penurunan refleks berkedip yang mengakibatkan peningkatan evaporasi pada mata sehingga terjadi mata kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara penggunaan gawai dengan kejadian sindroma mata kering pada mahasiswa. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel yakni simple random sampling. Sampel penelitian ini ialah 193 mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Sam Ratulangi. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mendapatkan bahwa dari ketiga kriteria penilaian, hanya didapatkan responden dengan penggunaan gawai tinggi (22,8%) dan penggunaan gawai sedang (77,2%). Berdasarkan kategori OSDI didapatkan responden dengan kategori sedang (5,2%) dan kategori berat (94,8%). Hasil uji korelasi Spearman dengan perolehan nilai p sebesar 0,011 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan gawai dan sindroma mata kering. Nilai koefisien 0,182 menunjukkan korelasi yang sangat lemah dan searah. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara penggunaan gawai dengan kejadian sindroma mata kering pada mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Sam Ratulangi. Semakin tinggi penggunaan gawai, semakin tinggi kejadian sindroma mata kering.
Kata kunci: penggunaan gawai; sindroma mata kering
References
Marpaung J. Pengaruh penggunaan gadget dalam kehidupan. KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program. 2018;5(2):55–64. Available from: https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/ kopastajournal/article/view/1521
Pertiwi MS, Sanubari TPE, Putra KP. Gambaran perilaku penggunaan gawai dan kesehatan mata pada anak usia 10-12 tahun. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. 2018;3:28–34. Available from: https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/JKM/article/view/1451
Chairiah, Basri S, Sakdiah. Hubungan penggunaan gadget dengan gejala sindrom mata kering pada mahasiswa psikologi Universitas Syiah Kuala. Ked N Med. 2022;5(4):22–30. Available from: https://jknamed. com/jknamed/article/view/215
Meutia F, Razali R, Basri S, Saminan S, Nurafika FA. Hubungan penggunaan smartphone dengan sindroma mata kering pada mahasiswa fakultas keperawatan Universitas Syiah Kuala. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala. 2021;21(1):12–5. Available from: https://jurnal.usk.ac.id/JKS/article/view/19573
Uchino M, Schaumberg DA. Dry eye disease: impact on quality of life and vision. Curr Ophthalmol Rep. 2013;1(2):51–7. Available from: /pmc/articles/PMC3660735/
Latupono S, Tualeka S, Taihuttu Y. Hubungan penggunaan media elektronik visual dengan kejadian sindroma mata kering di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Molucca Medica. 2021;14:22–35. Available from: https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/moluccamedica/article/view/3540
Sumakul JJ, Marunduh SR, Doda DVD. Hubungan penggunaan gawai dan gangguan visus pada siswa SMA Negeri 1 Kawangkoan. eBiomedik. 2020;8(1). Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/index. php/ebiomedik
Cipta AN, Nurfauziah SL, Hasanah SA. Dampak penggunaan gawai (gadget) terhadap perilaku sosial anak usia dini. Share: Social Work Journal. 2023;13(1):11-22. Available from: https://doi.org/10.40927/share.v13i1.40927
Puspa AK, Loebis R, Nuswantoro D. Pengaruh penggunaan gadget terhadap penurunan kualitas penglihatan siswa sekolah dasar. Global Medical and Health Communication (GMHC). 2018;6(1):28-33. Available from: http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/gmhc
Ningsih A. Hubungan lama penggunaan, tampilan layar, dan posisi tubuh saat menggunakan smartphone terhadap keluhan mata pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang [Skripsi]. Palembang: Universitas Muhammadiyah Palembang; 2017. Available from: http: //repository.um-palembang.ac.id/id/eprint/130/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ishak A. Assa, Herlina I. Wungouw, Damajanty H. Pangemanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
COPYRIGHT
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors hold their copyright and grant this journal the privilege of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that permits others to impart the work with an acknowledgment of the work's origin and initial publication by this journal.
Authors can enter into separate or additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (for example, post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its underlying publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their website) as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).


