Gambaran Penggunaan Obat pada Pasien Anak dengan Gastroenteritis Akut di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Swasta Tipe C di Minahasa

Authors

  • Gratia S. Betosi Universitas Sam Ratulangi
  • Edward Nangoy Universitas Sam Ratulangi
  • Angelina S.R. Masengi Universitas Sam Ratulangi
  • Suryadi N.N. Tatura Universitas Sam Ratulangi
  • Jimmy Posangi Universitas Sam Ratulangi
  • Christi D. Mambo Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v13i3.62643

Abstract

Abstract: Gastroenteritis is defined as inflammation of the gastric mucosa and small intestine characterized by diarrhea with a frequency of three or more times within 24 hours. This disease is more common in children. The main goal of gastroenteritis therapy is to prevent dehydration. Active treatment with probiotics and antidiarrheal agents is suggested as an adjunct. This study aimed to determine the description of drugs used in pediatric inpatients with acute gastroenteritis at a Type C private hospital in Minahasa for the period July 2023-June 2024. This was a descriptive and retrospective study using secondary data in the form of medical records. The results obtained 32 pediatric patients as samples, predominantly male (56.25%), age 1-<5 years (100%), male body weight 2.5-11.7 kg (18.75%), and female body weight 9-14.8 kg (15.62%). The most common drug groups used were rehydration therapy with oral rehydration solution/ORS (93.75%) with a dose of 4.1 g/200 ml, followed by paracetamol (84.37%) with a dose of 5 ml, zinc sulfate monohydrate (68.75%) with a dose of 5 ml, and finally antibiotics with cefixime (62.5%) with a dose of 40 mg. In conclusion, the most common use of drugs is rehydration therapy with ORS, followed by paracetamol, zinc sulfate monohydrate, and finally antibiotics with cefixime.

Keywords: acute gastroenteritis; pediatric patients; medication used

 

Abstrak: Gastroenteritis didefinisikan sebagai peradangan pada mukosa lambung dan usus halus yang ditandai dengan diare frekuensi tiga kali atau lebih dalam waktu 24 jam. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak. Tujuan utama terapi GEA yaitu mencegah dehidrasi. Pengobatan aktif dengan probiotik dan agen antidiare disarankan sebagai tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien anak dengan GEA di instalasi rawat inap salah satu rumah sakit swasta Tipe C di Minahasa periode Juli 2023-Juni 2024. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder berupa catatan rekam medis. Hasil penelitian mendapatkan 32 pasien anak sebagai sampel yang didominasi jenis kelamin laki-laki (56,25%), usia 1-< 5 tahun (100%), berat badan laki-laki 2,5-11,7 kg (18,75%), dan berat badan perempuan 9-14,8 kg (15,62%). Golongan obat yang paling banyak yaitu terapi rehidrasi dengan jenis oralit (93,75%) dan dosis 4,1 gr/200 ml, diikuti parasetamol (84,37%) dosis 5 ml, zinc sulfate monohydrate (68,75%) dosis 5 ml, dan terakhir antibiotik jenis cefixime (62,5%) dosis 40 mg. Simpulan penelitian ini ialah penggunaan obat yang paling banyak yaitu terapi rehidrasi dengan jenis oralit, diikuti oleh parasetamol, zinc sulfate monohydrate, dan yang terakhir antibiotik jenis cefixime.

Kata kunci: gastroenteritis akut; pasien anak; penggunaan obat

Author Biographies

Gratia S. Betosi, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Edward Nangoy, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Angelina S.R. Masengi, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Suryadi N.N. Tatura, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Jimmy Posangi, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

Christi D. Mambo, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia

References

Chhabra P, Payne DC, Szilagyi PG, Edwards KM, Staat MA, Shirley SH, et al. Etiology of viral gastroenteritis in children <5 years of age in the United States, 2008–2009. J Infect Dis. 2013;208(5):790-800. Doi: https://doi.org/10.1093/infdis/jit254

Zainuddin AA, Faqih DM, Trisna DV, Waluyo DA, Ekayanti F, Hariyani I, et al. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (Revised ed). Jakarta: PDKI; 2014. p. 136.

Ferri FF. Gastroenteritis. In: Ferri's Clinical Advisor 2025. Philadelphia: Elsevier Inc; 2024.; p. 468.e8-468.e13. Available from: https://www.clinicalkey.com/#!/content/book/3-s2.0-B9780443117244004099

Graves NS. Acute gastroenteritis. Prim Care. 2013;40(3):727-41. Doi: https://doi.org/10.1016/j.pop.2013.05.006

Noprizon, Rikmasari Y, Halim A. Drug related problems pada pasien anak gastroenteritis akut (GEA) di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. HM Rabain Muara Enim. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi. 2019;4(1):13-20. Available from: https://ejournal.stifibp.ac.id/index.php/jibf/article/view/45

Khan MA. Epidemiological studies on gastroenteritis in children in the Bannu district, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Z Gesundh Wiss. 2023;31(5):739-46. Doi: https://doi.org/10.1007/s10389-021-01592-0

Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019. Available from: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Sekretariat Jendral Kementerian Kesehatan RI; 2020.

Guarino A, Ashkenazi S, Gendrel D, Lo Vecchio A, Shamir R, Szajewska H. European Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition/European Society for Pediatric Infectious Diseases evidence-based guidelines for the management of acute gastroenteritis in children in Europe: update 2014. J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2014;59(1):132-52. Doi: https://doi.org/10.1097/MPG.0000000000000375

Bruzzese E, Giannattasio A, Guarino A. Antibiotic treatment of acute gastroenteritis in children. F1000Res. 2018;7(1):193. Doi: https://doi.org/10.12688/f1000research.12328.1

Wahyuni DF, Riska R. Gambaran penggunaan terapi GEA (gastroenteritis) pada pasien anak di RSUD Batara Siang Pangkep Sulsel. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia. 2021;3(3):189-198. Doi: https://doi.org/10.33759/jrki.v3i3.137

Ishii K, Shibata A, Adachi M, Nonoue K, Oka K. Gender and grade differences in objectively measured physical activity and sedentary behavior patterns among Japanese children and adolescents: a crosssectional study. BMC Public Health. 2015;15(1):1–9. Doi: https://doi.org/10.1186/s12889-015-2607-3

Arlinda A, Mukaddas A, Faustine I. Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien anak gastroenteritis akut di Instalasi Rawat Inap RSU Anutapura Palu. Jurnal Farmasi Galenika. 2016;2(1):43-48. Doi: https://doi.org/10.22487/j24428744.2016.v2.i1.5302

Rini MT. Hubungan pemberian Asi eksklusif dengan kejadian diare pada anak di RS Myria. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP). 2018;1(2):26-30. Doi: https://doi.org/10.32524/jksp.v1i2.175

Primayani D. Status gizi pada pasien diare akut di ruang rawat inap anak RSUD SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Sari Pediatri. 2016;11(2):90. Doi: http://dx.doi.org/10.14238/sp11.2.2009.90-3

Korompis F, Tjitrosantoso H, Goenawi LR. Studi penggunaan obat pada penderita diare akut di instalasi rawat inap blu RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Periode Januari–Juni 2012. Pharmacon. 2013;2(1):42-50. Doi: https://doi.org/10.35799/pha.2.2013.884

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare. 2011. p. 6-11.

World Health Organization. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Pedoman Bagi Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota. Jakarta: WHO Indonesia; 2009.

Ulfah M, Rustina Y, Wanda D. Zink efektif mengatasi diare akut pada balita. Jurnal Keperawatan Indonesia. 2012;15(2):137-42. Doi: https://doi.org/10.7454/jki.v15i2.39

Novita RP, Wijaya DP, Novelia D. Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien anak dengan diare akut. Jurnal Penelitian Sains. 2023;25(1):56-60. Doi: https://doi.org/10.56064/jps.v25i1.719

Juffrie M, Soenarto SSY, Oswari H, Arief S, Rosalina I, et-al. Diare akut dan diare persisten. In: Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi. Jakarta: Penerbit Badan Penerbit IDAI. 2010. Available from: https://www.idai.or.id/publications/buku-ajar/gastroenterologi-hepatologi

Siregar M, Wiedyaningsih C, Mutiara R. Comparison ondansetron and domperidon as antiemetic for gastroenteritis in children: a review. Indonesian Journal of Pharmacology and Therapy. 2024;5(2):154-64. Doi: https://doi.org/10.22146/ijpther.11716

Siswidiasari A, Astuti KW, Yowani SC. Profil terapi obat pada pasien rawat inap dengan diare akut pada anak di Rumah Sakit Umum Negara. Jurnal Kimia. 2014;8(2):183-190. Doi: https://doi.org/10.24843/ JCHEM.2014.v08.i02.p07

Downloads

Published

2025-07-25

How to Cite

Betosi, G. S., Nangoy, E., Masengi, A. S., Tatura, S. N., Posangi, J., & Mambo, C. D. (2025). Gambaran Penggunaan Obat pada Pasien Anak dengan Gastroenteritis Akut di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Swasta Tipe C di Minahasa. E-CliniC, 13(3), 408–413. https://doi.org/10.35790/ecl.v13i3.62643

Issue

Section

Articles